Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Indonesia Sayangkan Larangan Ekspor Produk Kelapa oleh Rusia

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 Mei 2024

MerahPutih.com - Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi bertemu dengan Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Dmitry Volvach membahas larangan ekspor produk asal Indonesia ke Rusia.

“Indonesia menyayangkan keputusan pelarangan sementara ekspor produk kelapa Indonesia oleh Rusia,” ucap Edi Prio Pambudi.

Pemerintah Indonesia pun telah melakukan sejumlah langkah perbaikan dan meminta Rusia untuk mencabut larangan ekspor tersebut. Produk minyak kelapa sawit (palm oil) Indonesia telah memiliki standar yang tinggi sesuai dengan standar internasional.

Selain pelarangan ekspor produk kelapa, kedua negara juga membahas mengenai registrasi beberapa Unit Pengolahan Ikan (UPI) Indonesia yang akan masuk ke pasar Rusia.

Baca juga:

4 Strategi Pemerintah Tingkatkan Ekspor Industri Tekstil dan Produk Tekstil

“Kami meminta Pemerintah Rusia bisa memfasilitasi percepatan proses registrasi tersebut,” ujar Edi.

Ia menyampaikan, peningkatan kerja sama di sektor pariwisata, rencana kerja sama di bidang halal pada sektor teknologi, infrastruktur, dan investasi, serta percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) juga dibahas oleh kedua belah pihak pada kesempatan tersebut.

“Perjanjian perdagangan dengan EAEU sangat penting bagi kedua pihak untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan,” katanya.

Perjanjian tersebut dapat memberikan manfaat kepada para pelaku usaha di Indonesia. Di mana, pembentukan perjanjian tersebut akan menjadi rujukan untuk meningkatkan standar produk dan komoditas ekspor Indonesia maupun negara anggota EAEU.

Baca juga:

Komitmen Smelter Gresik Alasan Jokowi Jamin Perpanjang Izin Ekspor Freeport

Rusia berharap Pemerintah Indonesia dapat mempertimbangkan usulan ekspor produk daging asal Rusia yang telah disesuaikan berdasarkan sertifikasi halal dan mendiskusikan pembentukan sebuah pengaturan standardisasi bersama secara bilateral untuk produk farmasi.

Baca Artikel Asli