Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Indonesia Desak Israel Bebaskan Aktivis GSF, KSP Sebut Pemerintah Dekati Otoritas Setempat untuk Pemulangan

Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026

MERAHPUTIH.COM — KEPALA Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyatakan pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera membebaskan seluruh kapal dan awak yang ditahan dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang menuju Gaza.

Dudung mengatakan tuntutan tersebut disampaikan setelah koordinasi antara pemerintah Indonesia dan Kementerian Luar Negeri sebagai respons terhadap memburuknya situasi kemanusiaan yang melibatkan konvoi menuju Gaza itu.

“Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera membebaskan seluruh kapal kemanusiaan dan awak yang ditahan, serta memastikan distribusi bantuan kepada rakyat Palestina tetap berlangsung sesuai hukum humaniter internasional,” kata Dudung di Kantor Staf Presiden di Jakarta, dikutip ANTARA, Selasa (19/5).

Ia mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan melalui jaringan diplomatik Indonesia di luar negeri, seiring perwakilan Indonesia telah memverifikasi keberadaan dan kondisi warga negara Indonesia yang terlibat dalam insiden tersebut. Menurut Dudung, Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia di luar negeri juga tengah menyiapkan langkah-langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia, tergantung pada perkembangan situasi di lapangan.

Baca juga:

Empat Jurnalis RI Ditangkap Tentara Israel, DPR: Tabrak Hukum Internasional


Selain itu, ia juga menyebut pemerintah mendekati otoritas setempat untuk memastikan akses kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi GSF menuju Gaza, Palestina.

"Situasi di lapangan masih sangat dinamis, keempat warga negara Indonesia yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan," ujar Dudung.

Pemimpin Kantor Staf Presiden (KSP) itu menjelaskan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI sudah melakukan koordinasi awal dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Turkiye, Mesir, Italia, dan Yordania sebagai langkah antisipasi untuk penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) jika paspor disita dan dukungan medis jika diperlukan.

"Selanjutnya, perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan warga negara Indonesia dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian," imbuh Dudung.

Pemerintah Indonesia juga telah bergabung dengan sembilan negara lainnya, yaitu Turkiye, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel ke GSF.
Dia memastikan perwakilan RI senantiasa dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti notifikasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.

“Indonesia dan sembilan negara lainnya mengecam keras serangan Israel terhadap GSF, sementara perwakilan Indonesia tetap siaga untuk berkoordinasi dengan otoritas setempat,” ujar Dudung.

Kementerian Luar Negeri menyatakan sedikitnya 10 kapal kemanusiaan, termasuk Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys, telah ditahan. Pihak berwenang hingga kini belum dapat menjalin kontak dengan kapal yang membawa para jurnalis. Kementerian Luar Negeri sebelumnya mengatakan telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Ankara, Kairo, dan Amman untuk menyiapkan langkah perlindungan serta kemungkinan upaya repatriasi bagi warga negara Indonesia jika diperlukan.

Lima warga negara Indonesia ditahan setelah pasukan Israel mencegat kapal-kapal yang berpartisipasi dalam konvoi kemanusiaan GSF pada Senin (18/5). Empat warga Indonesia lainnya yang berada di dua kapal terpisah masih melanjutkan pelayaran di perairan dekat Siprus, menurut kementerian tersebut.(*)

Baca juga:

Dewan Pers Minta Pemerintah Gunakan Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Israel

Baca Artikel Asli