Ikuti Arahan Presiden, Pramono Tegaskan Flyover Jakarta Bebas Spanduk Partai Politik

Selasa, 03 Februari 2026 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menegaskan komitmennya untuk menurunkan spanduk hingga bendera partai politik yang kerap menjamur di sejumlah jalan layang (flyover) di Ibu Kota.

Penegasan tersebut disampaikan Pramono usai Presiden Prabowo Subianto meminta para kepala daerah membersihkan baliho dan spanduk demi menjaga estetika kota.

Pramono menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bersikap tegas dengan tidak mengizinkan partai politik memasang spanduk atau atribut kegiatan di flyover, termasuk saat menggelar acara.

“Termasuk yang paling penting, saya benar-benar ingin menertibkan supaya tidak ada lagi di Jakarta yang namanya flyover dipasangi spanduk ketika partai ada acara,” kata Pramono di Jakarta, Selasa (3/2).

Baca juga:

Ikuti Arahan Prabowo, Pramono Siap Terapkan Gentengisasi di Jakarta

Menurut Pramono, pemasangan baliho, spanduk, dan umbul-umbul di jalan layang sangat mengganggu kelancaran lalu lintas sekaligus merusak pemandangan kota. Karena itu, penertiban dinilai perlu dilakukan secara konsisten.

“Itu sangat mengganggu lalu lintas yang ada di Jakarta dan itu akan kami lakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga meminta para kepala daerah untuk menertibkan spanduk dan baliho iklan berukuran besar yang dinilai mengganggu keindahan kota. Prabowo bahkan menyinggung keberadaan spanduk restoran cepat saji asal Amerika Serikat seperti KFC dan McDonald’s.

“Orang ke Bali ingin lihat Bali, dia tidak ingin lihat Kentucky Fried Chicken besar-besar. McDonald’s,” ujar Prabowo saat menyampaikan Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

Baca juga:

Prabowo Soroti Sampah di Bali: Pantai Kotor Bisa Bikin Turis Enggan Datang

Presiden Prabowo Sentil Bali Banyak Sampah, Gubernur Koster: itu Kiriman

Menurut Prabowo, spanduk dan baliho iklan yang berlebihan telah merusak wajah kota di berbagai daerah. Ia meminta pemerintah daerah menertibkannya demi mewujudkan Indonesia yang lebih asri.

“Dalam rangka Indonesia asri, terus terang saja saya minta kepada pemerintah untuk menertibkan iklan-iklan dan spanduk-spanduk yang terlalu banyak. Kalau saya ke Balikpapan dan Banjarmasin hampir tidak ada bedanya. Spanduk di mana-mana,” paparnya. (Asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan