MerahPutih.com - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mengajak mahasiswa Institut Seni Indonesia Surakarta melukis Sungai Bengawan Solo di kawasan Pintu Air Demangan Baru, Kelurahan Sewu, Jebres, Solo, Kamis (9/4).
Saat tengah asyik melukis, hujan tiba-tiba turun. Namun, Susilo Bambang Yudhoyono tetap melanjutkan aktivitasnya selama sekitar delapan menit sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Di tengah hujan, Wali Kota Solo Respati Ardi datang menghampiri SBY yang sedang melukis di bawah tenda.
"Selamat sore, Pak Wali. Saya minta izin melukis di sini (Bengawan Solo). Datangnya hujan ini sebagai ucapan selamat datang,” kata SBY.
SBY menilai turunnya hujan menjadi pertanda baik bagi Kota Solo.
"Kalau hujan itu selamat datang. Insyaallah barokah untuk Solo dan kita semua. Mau jabat tangan takutnya kena ini (tangan penuh tinta warna),” ujarnya.
Baca juga:
SBY Datang ke Balai Kota DKI Melihat Seniman Jerman Lukis Monas
Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyampaikan, kedatangan SBY di Solo sejak awal pekan salah satunya untuk menyaksikan pertandingan LavAni di ajang Pro Liga.
Menurutnya, SBY memang tertarik mengabadikan lanskap Bengawan Solo melalui lukisan, bahkan dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Beliau tertarik melukis Sungai Bengawan Solo. Ini justru suasananya luar biasa. Hujan ini kan berkah, ya. Beliau ingin menangkap suasana alam yang apa adanya,” kata Andi.
Baca juga:
SBY Belanja Batik di Solo, Kenang Momen Bersama Almarhumah Ani Yudhoyono
Ia menambahkan, hujan justru memberikan inspirasi tersendiri bagi SBY dalam menyelesaikan karyanya, meski prosesnya menjadi lebih menantang.
“SBY sudah mulai melukis sebelum hujan turun. Tinggal sedikit menyelesaikan lukisannya hujan datang. Tinggal penyelesaian sedikit lagi di bagian pepohonan ini. Melukis itu butuh kesabaran, sama seperti menunggu hujan reda, kita nikmati saja prosesnya," terangnya.
Semangat SBY dalam melukis pun disebut tetap tinggi meski kondisi tidak mendukung.
"Kalau beliau itu memang kalau sudah mau melukis dan lagi mood melukis, pantang mundur dari segala cuaca. Itulah beliau, kita bahkan yang tidak melukis pun melihat luar biasa semangat beliau,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)