Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus

Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026

MERAHPUTIH.COM - HANTAVIRUS masih menjadi ancaman karena penyebarannya yang tinggi belakangan. Sejumlah orang tengah terinfeksi yang membuat pemerintah melakukan penelusuran. Sejumlah informasi soal virus ini pun beredar di media sosial.

Salah satunya beredar informasi yang menyebut mengonsumsi obat ivemectin bisa membuat orang terhindar dari Hantavirus.

Ivermectin adalah obat golongan antiparasit yang berfungsi utama untuk mengobati berbagai penyakit infeksi akibat parasit dan cacing. Di Indonesia, obat ini termasuk kategori obat keras yang wajib dikonsumsi sesuai resep dan pengawasan dokter.

Informasi ini diunggah akun Facebook 'Pandu Saptaj'.



NARASI

'Konsumsi Obat Ivermectin tiap hari.. dapat hindari hantavirus menurut WHO'.]

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan

FAKTA


Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencari tahu kebenarannya dengan mengunjungi situs resmi WHO di who.int. Di situs resminya, WHO tidak pernah mengunggah pernyataan bahwa ivermectin bisa cegah penularan hantavirus.

Saat ini belum ada obat atau vitamin tertentu yang sudah terbukti klinis mencegah penularan hantavirus.

WHO



Sejauh ini WHO hanya menjelaskan bahwa pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus. Selain itu, obat ivermectin sendiri merupakan golongan obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan pengawasan dokter.

Seperti dilansir Alodokter.com, meski sudah mendapat izin dokter, penggunaan obat ivermectin tidak diperuntukan untuk jangka panjang apalagi rutin setiap hari.



KESIMPULAN

Unggahan berisi klaim 'WHO anjurkan konsumsi ivermectin setiap hari untuk cegah hantavirus' merupakan konten palsu (fabricated content).(knu)


Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Zulhas Minta Tambah Anggaran Koperasi Desa Rp 60 Triliun dari APBN

Baca Artikel Asli