Harga Sembako dan Sayuran di Pekalongan Terus Naik

Minggu, 24 Desember 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Harga sembako dan komoditas sayuran di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 terus mengalami kenaikan.

Sejumlah pedagang pasar Wiradesa Kabupaten Pekalongan mengatakan, para pedagang tidak mengetahui persis terhadap penyebab kenaikan harga kebutuhan pokok itu.

"Kenaikan harga sembako dan sayuran itu memang beranjak naik menjelang Natal 2017. Akan tetapi, kami tidak tahu persis terhadap penyebab kenaikan harga komoditas tersebut," kata pedagang beras Hermawati di Pekalongan, Minggu (24/12).

Ia mengatakan, kemungkinan kenaikan harga sembako ini karena permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok meningkat sedang ketersediaan komoditas itu kini mulai terbatas.

"Kami memperkirakan kenaikan harga kebutuhan pokok itu akan bertahan hingga Tahun Baru 2018. Kenaikan harga kebutuhan pokok ini justru akan menyulitkan bagi para pedagang sehingga kami berharap pada pemerintah untuk menyetabilkan harga sembako," katanya.

Harga beras jenis premium semula sekira Rp 9.500 per kilogram kini naik menjadi Rp 11.300 per kilogram, telur ayam semula Rp 24 ribu per kilogram naik Rp 27 ribu per kg, daging ayam semula Rp 28 ribu per kg naik menjadi Rp 34 ribu per kilogram.

Adapun, untuk komoditas sayuran seperti cabai keriting semula sekira Rp 27 ribu per kg naik menjadi Rp 28 ribu per kg, cabai merah semula Rp 23 ribu per kg naik menjadi Rp 24 ribu per kg, bawang merah semula Rp 13 ribu per kg naik Rp 15 ribu per kg, dan tomat semula Rp 8 ribu per kg naik menjadi Rp 10 ribu per kg.

Pedagang sayuran Nurahmah mengatakan, kenaikan harga komoditas sayuran kini masih relatif wajar yaitu Rp 1.000 per kilogram hingga Rp 3 ribu per kilogram.

"Kenaikan harga sayuran masih wajar jika dibanding dengan harga kebutuhan pokok," katanya. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan