Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

Harga Cabai Naik, Pedagang Nasi Goreng Curhat Tidak Bisa Berjualan

Bahaudin Marcopolo - Minggu, 16 Agustus 2015

MerahPutih Megapolitan - Aceng (30) seorang penjual nasi goreng yang bisa mangkal dan berjualan di daerah Kayu Manis, Jakarta Timur mengaku sudah hampir sepekan ia tidak bisa berjualan.

Kepada MerahPutih.com ia menjelaskan bahwa dirinya bersama dengan 10 rekannya terpaksa tidak bisa berjualan nasi goreng karena harga sejumlah kebutuhan bahan pokok terus merangkak naik.

"Kalau terus jualan ya saya rugi dong," katanya sambil menghela nafas panjang, Minggu (16/8).

Pria asal Sukabumi, Jawa Barat itu melanjutkan saat ini harga cabai dipasaran sudah mencapai Rp80.000 per kilogram kemudian telur mencapai Rp23.000 per kilogram dan sawi putih menjadi Rp15.000 per kilogram.

"Makanya saya sekerang enggak jualan, karena pendapatannya enggak sesuai dengan pengeluaran. Kalau harganya dinaikin nanti enggak ada yang mau beli," katanya.

Hal senada pun diungkapkan oleh salah satu penjual Nasi Goreng di Kayumanis IV, Jun (28). Jun mengatakan, harga bahan pokok terus mengalami kenaikan pasca lebaran. Padahal biasanya harga bahan pokok cenderung mengalami penurunan pasca lebaran.

"Yah mahal bahan pokoknya, cabai naik, sawi naik, semuanya pada naik. Kalau naik terus saya jualan yah saya rugi," ujarnya.

Jun berharap Pemerintah mendengar aspirasi para penjual nasi goreng yang terancam bangkrut dengan menstabilkan kembali harga bahan-bahan pokok.

"Pemerintah bisa stabilkan harga lagi. Biar saya bisa jualan lagi," katanya. (rfd)

BACA JUGA:  

Kemarau Panjang, Harga Cabai Melambung Tinggi 

Harga Daging Sapi Rp140 Ribu per Kilo, Pemerintah Perlu Swasembada

 

Baca Artikel Asli