Pemprov DKI Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Selama 8 Hari Mengantisipasi Cuaca Ekstrem

Jumat, 14 Februari 2025 - Frengky Aruan

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) merespons potensi cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan bencana hidrometeorologi.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI).

Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI sekaligus juru bicara pelaksanaan kegiatan OMC tahun 2025 Michael Sitanggang mengatakan, modifikasi cuaca kali ini akan berlangsung selama 8 hari, mulai tanggal 14 hingga 21 Februari 2025 dengan estimasi dua sorti penerbangan setiap harinya.

"Langkah ini diambil sebagai upaya merespons potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi pada periode waktu tersebut," ujar Michael, pada Jumat (14/2).

Baca juga:

Pemprov DKI Klaim Modifikasi Cuaca Mampu Turunkan Curah Hujan di Jakarta hingga 64 Persen

Michael juga menambahkan bahwa pelaksanaan OMC di hari pertama tanggal 14 Februari 2025 telah dilakukan sebanyak 2 sorti penerbangan dengan menggunakan bahan semai sebanyak 1.600 kg NaCl food grade.

"Misi operasi pada hari pertama menargetkan wilayah sasaran penyemaian di sekitar Selat Sunda dan Barat Laut Jakarta pada sorti 1, sedangkan pada sorti 2 menyasar pada wilayah target Barat Daya Jakarta," terangnya.

Supervisi Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Fikri Nur Muhammad menyatakan bahwa pada dasarian II Februari 2025 terdapat pertumbuhan awan lebih dari 70 persen merata di wilayah Jawa bagian Barat termasuk DKI Jakarta.

"Potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat secara umum memiliki potensi tinggi. Prediksi kelembaban udara di setiap lapisannya cukup lembab mencapai 90%," terang Fikri. (Asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan