Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gunung Merapi Memuntahkan Lava Pijar, 1.061 Warga Jateng Mengungsi

Andika Pratama - Senin, 18 Januari 2021

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat sebanyak 1.061 orang yang masuk zona kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi atau berjarak 3 km dari puncak telah mengungsi.

Sebagian besar yang mengungsi adalah warga dari kelompok rentan lansia dan ibu hamil.

Baca Juga

Gunung Merapi 36 Kali Meluncurkan Lava Pijar

Pelaksana tugas (Plt) Kepala harian BPBD Jawa Tengah, Safrudin mengatakan, sebanyak 1.061 orang yang mengungsi tersebut berasal dari tiga daerah kabupaten di Jawa Tengah.

Ketiga daerah tersebut, yakni Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Magelang.

"Data masuk BPBD Jawa Tengah ada sekitar 1.000 orang di tiga kabupaten di Jawa Tengah mengungsi akibat aktivitas Merapi meningkat," ujar Safrudin, Senin (18/1).

Gunung Merapi luncurkan lava pijar. Foto: BPPTKG

Dikatakannya, paling banyak pengungsi tersebut berasal dari Kabupaten Magelang. Hal itu didasari dari banyaknya desa di yang masuk zona merah di wilayah Kabupaten Magelang.

"Yang mengungsi warga dari kelompok rentan lansia dan ibu hamil. Kami lebih utamakan kelompok ini untuk mengungsi karena rawan," kata dia.

Ia mengatakan untuk kebutuhan makan, minum, dan lainnya untuk pengungsi di tiga kabupaten tersebut aman dan cukup. Pengungsi tidak perlu khawatir soal itu.

"Kesehatan para pengungsi juga terjamin. Jika ada keluhan sakit bisa langsung memeriksakan diri," kata dia

Ia mengimbau pada warga yang masih ada bertahan di zona merah Merapi untuk segera turun menuju ke tempat pengungsian. Terlebih aktivitas Merapi terus meningkat dengan munculnya guguran lava pijar dan luncuran awan panas.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan, Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran, Senin (18/1) pukul 05.43 WIB dengan jarak luncur kurang lebih 1.000 meter ke arah barat daya atau ke hulu Kali Krasak.

Selain itu, teramati enam kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 600 meter ke arah barat daya.

"Awan panas guguran tercatat dengan amplitudo maksimum 22 milimeter, dan durasi 112 detik melalui pengamatan seismogram," ujar Hanik. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Jarak Luncur Awan Panas Gunung Merapi Makin Jauh

Baca Artikel Asli