MerahPutih.com - Kunjungan tokoh Islam, Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb ke Indonesia membawa 2 pesan penting, yaitu toleransi dan moderasi.
Menurut Menteri Agama, (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Grand Syekh mengaku senang dan puas bisa berkunjung ke Indonesia.
“Bahwa jalan tengah ini dapat menjadi pilihan bagi kita untuk membangun hubungan antarumat manusia," kata Menag usai melepas kepulangan Grand Syekh ke Mesir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (12/7).
Baca juga:
Menurut Yaqut, Grand Syekh mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia. Sambutan tak hanya muslim tapi juga umat dari berbagai agama.
Momentum kehadiran Grand Syekh beserta delegasi juga dimanfaatkan Kementerian Agama untuk meresmikan Markaz Tathwir cabang Indonesia. Lembaga ini akan membantu calon mahasiswa yang ingin belajar ke Al Azhar, Kairo, Mesir. Nantinya, mereka akan ditempatkan di kawasan Ciawi, Bogor.
"Mereka akan memberi kepastian dan kemudahan, khususnya bagi anak-anak kita yang ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir," ungkap Yaqut.
Baca juga:
Pansus Bakal Panggil Kemenag Usai Cium Indikasi Korupsi dalam Pengalihan Kuota Haji
Diketahui, kunjungan Grand Syekh di Indonesia berlangsung selama empat hari, 8 - 11 Juli 2024. Selama di Jakarta, Grand Syekh juga bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Dia juga bertemu Menteri Pertahanan yang juga Presiden Indonesia Terpilih Prabowo Subianto, serta tokoh agama, serta banyak ulama dan cendekiawan di Indonesia.
Grand Syekh juga bertemu dengan pimpinan ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah, termasuk mengunjungi Pesantren Darunnajah di Ulujami, Jakarta Selatan. (Knu)