GNPF Minta Pihak yang Tolak Reuni 212 Bikin Acara Tandingan, Tapi Beda Waktu
Senin, 26 November 2018 -
Merahputih.com - Ketua Gerakan Nasional Penjaga Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Martak tidak mempersoalkan adanya penolakan pihak tertentu terhadap kegiatan reuni Akbar alumni 212 yang akan digelar pada 2 Desember 2018.
Seharusnya, menurut dia, jika ada pihak yang merasa tidak senang, khawatir atau takut dengan reuni 212, sebaiknya membuat acara yang sama bukan justru melarang.
"Kalau ada pihak yang merasa takut atau tidak senang semestinya bikin acara yang sama di waktu yang berbeda, boleh saja kita berdoa mudah-mudahan sukses," kata Yusuf kepada awak media, Senin (26/11).
Ditegaskannya, selama kegiatan reuni tidak bertentangan dengan UU, pihaknya akan tetap menggelar acara tersebut.
"Ya, dari pihak kami tidak ada masalah karena kami menganggap itu bukan penolakan tapi itu ketidaksenangan karena kami bisa menyelenggarakan reuni, berkangen-kangenan dengan animo yang besar," ucapnya.
Sebelumnya, beredar sejumlah spanduk bernada menolak kegiatan reuni 212 di beberapa titik lokasi.
Isi spanduk tersebut mempertanyakan urgensi penyelenggaran kegiatan reuni di Monas, pada 2 Desember 2018.
"Jadi, selama kegiatan itu tidak bertentangan dengan aturan yang ada, maka tidak seorangpun yang boleh melarang-larang," pungkas Yusuf Martak. (fdi)