MERAHPUTIH.COM - WALI Kota Solo yang juga wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka mendapatkan sorotan publik karena membagikan buku bergambar Jan Ethes di SDN Surabaya, Jawa Timur, Kamis (6/6). Hal itu dianggap mengampanyekan dinasti politik kepada anak-anak.
Wakil Ketua DPRD Solo Sugeng Riyanto turut mempertanyakan hal yang dilakukan Gibran tersebut. Ia menyoroti sumber dana yang digunakan dalam mencetak buku bergambar Jan Ethes itu. Politikus PKS ini menyebut, jika pembuatan buku itu memakai APBD Pemkot Solo, itu berarti Gibran kurang bijak.
“Kita lihat dulu sumber dana dari buku itu. Apakah pribadi, apa APBD. Kalau itu APBD, apa yang dilakukan Mas Wali (Gibran) itu menjadi kurang bijak. Berarti ada kepentingan 'pribadi' yang ketika sosialisasi gambar buku,” kata Sugeng, Senin (10/6).
Namun, menurutnya, jika tidak memakai dana APBD atau APBN, pihaknya tak mempermasalahkan hal itu. Ia mengatakan penggunaan dana tanggung jawab perusahaan (CSR) yang diperuntukan pemkot dalam membuat buku tersebut, hal itu sama saja dengan memanfaatkan APBD.
Baca juga:
Kura-Kura Sulcata Hibah dari Jan Ethes Jadi Daya Tarik Pengunjung Solo Safari
“Kalau yang dilakukan (Gibran) itu dana pribadi tidak pakai APBD, tidak pakai APBN, monggo silakan saja pakai gambar anaknya (Ethes). Namun, jika pakai CSR untuk menyumbang pemkot (bikin buku), nah itu sama dengan pakai dana APBD,” papar dia.
Dia menyebut posisi Gibran sebagai Wali Kota Solo dan wapres terpilih agak sulit dipisahkan. Hal itu memancing respons publik yang menginginkan adanya profesionalisme.
“Itu tidak bisa lepas dari pemosisiannya hari ini kan. Beliau (Gibran) itu sebagai walkot resmi dan sebagai wapres terpilih. Itu juga agak sulit dipisahkan. Apa yang menjadi respons publik itu saya kira gambaran bahwa publik itu menghendaki adanya profesionalisme di dalam menjalankan roda pemerintahan. Tanpa dicampuri kepentingan yang sifatnya pribadi atau keluarga,” papar dia.
Ia menambahkan, dengan melihat kejadian ini, pihaknya menilai spirit yang harus ditangkap Gibran ialah ada keinginan publik atau harapan publik bahwa sebaiknya program-program pemerintahan lepas dari kepentingan pribadi dan keluarga.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Gibran Persilakan ASN Solo Maju Pilkada Monggo asalkan Ikuti Aturan