Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gempa NTT Duka Bersama, Jangan Sampai Kelompok Rentan Terdampak Merasa Sendirian

Wisnu Cipto - Minggu, 16 Agustus 2026

MerahPutih.com - Gempa bumi magnitudo 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan duka mendalam.

Hingga Sabtu (15/8) sore kemarin, BNPB mencatat korban jiwa akibat gempa mencapai 38 jiwa, dengan sedikitnya 2 ribu jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri.

Baca juga:

Gempa 7,7 SR Guncang NTT, Puan Tuntut Respons Kilat Pemerintah

Duka Bersama, Negara Harus Hadir

Kepada media, Minggu (16/8), Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menegaskan negara harus hadir nyata bagi korban, terutama kelompok rentan, agar mereka tidak merasa sendirian menghadapi bencana.

Duka ini adalah duka kita bersama. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,

Selly Andriany Gantina, Komisi VIII DPR

Politisi PDIP itu meminta pemerintah mempercepat pendataan korban meninggal maupun warga terdampak secara akurat dan menyeluruh. Menurutnya, langkah cepat akan memudahkan distribusi bantuan pascagempa.

Baca juga:

Korban Tewas Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 38 Orang, BNPB: Data Terus Diperbarui

Perhatian Khusus untuk Kelompok Rentan

Selly menekankan kebutuhan warga di pengungsian harus segera dipenuhi, mulai dari makanan, air bersih, obat-obatan, tenaga medis, hingga kebutuhan anak-anak sekolah.

“Anak-anak jangan sampai kehilangan rasa aman dan kesempatan belajar. Begitu pula lansia, perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya harus mendapat perhatian khusus,” tuturnya.

Baca juga:

Gempa M7,7 Guncang NTT: 200 BTS di 10 Kabupaten dan Kota Alami Gangguan

Legislator itu juga meminta agar bantuan menjangkau warga di daerah terpencil atau lokasi dengan akses terputus. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kehadiran negara secara langsung, bukan sekadar bantuan logistik.

“Saya ingin menegaskan bahwa dalam keadaan seperti ini masyarakat membutuhkan kehadiran negara yang nyata, bukan hanya bantuan, tetapi juga rasa aman dan kepastian bahwa mereka tidak sendirian,” tandas Selly. (Pon)

Baca Artikel Asli