Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gempa Majene, Tiga Warga Meninggal Dunia, 24 Orang Luka-luka

Andika Pratama - Jumat, 15 Januari 2021

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, Sulawesi Barat, melaporkan sebanyak tiga warga meninggal dunia dan 24 lainnya luka-luka akibat gempa berkekuatan 6,2 Magnitudo pada Jumat (15/1) dini hari WIB.

"Kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati di Jakarta.

Baca Juga

Barak Polisi Rusak Akibat Digoncang Gempa Sulbar

Sementara itu, Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 08.00 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 3.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan. Sedangkan, kerusakan bangunan di Kabupaten ini mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi seluler tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju.

Di Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat (RB) antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market. Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga masih dalam pendataan.

Sejumlah bangunan tinggi di kota Mamuju provinsi Sulawesi Barat roboh akibat gempa berkekuatan 6,2 magnitudo sekitar 02,28 wita Jumat dini hari (15/01/2021) ANTARA Foto/M Faisal Hanapi
Sejumlah bangunan tinggi di kota Mamuju provinsi Sulawesi Barat roboh akibat gempa berkekuatan 6,2 magnitudo sekitar 02,28 wita Jumat dini hari (15/01/2021) ANTARA Foto/M Faisal Hanapi

BNPB memonitor upaya penanganan darurat di lapangan dilakukan oleh berbagai pihak, seperti BPBD, BNPP/Basarnas, TNI, Polri, sukarelawan dan mitra terkait lainnya.

Kebutuhan yang diinformasikan oleh BPBD setempat berupa sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat/eskavator, alat komunikasi, makanan siap saji dan masker.

Presiden Joko Widodo menginstruksikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo dan Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk meninjau Majene, Sulawesi Barat. Saat ini wilayah Majene Sulbar sedang dilanda bencana gempa.

“Mendengar kabar terjadinya gempa di Mamuju Sulbar, Presiden memerintahkan Doni Monardo dan Mensos Risma berangkat ke Mamuju dan segera merubah rencana, berangkat ke Mamuju Sulawesi Barat,” ungkap Tenaga Ahli BNPB Egy Massadiah kepada wartawan.

Diketahui Majene tengah dilanda gempa bumi beruntun pada hari Kamis (14/1) dengan kekuatan 5,9 magnitudo. Kemudian, pukul 02.28 waktu setempat, kembali diguncang gempa dengan kekuatan 6,2 magnitudo.

Sebelumnya, Doni Monardo direncanakan akan mengunjungi Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang juga beberapa waktu lalu dilanda tanah longsor.

“Kepala BNPB siap-siap melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat bersama sejumlah anggota DPR RI dari Komisi 8,” ungkap Eggy.

Eggy mengatakan bahwa Doni Monardo telah menginstruksikan 4 helikopter menuju lokasi bencana di Majene.

“Pak Doni juga langsung menginstruksikan helikopter BNPB menuju lokasi bencana. Ada 4 helikopter BNPB dikerahkan,” katanya. (Knu)

Baca Juga

Diguncang Gempa Magnitude 6,2 Kantor Gubernur Sulbar Rusak Berat

Baca Artikel Asli