MerahPutih.com - Gempa dahsyat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat Ketua DPR RI Puan Maharani Soekarnoputri angkat suara.
Puan mendesak pemerintah bergerak cepat melakukan pendataan korban dan kerusakan agar kebutuhan masyarakat segera terpenuhi. Khususnya, dia menekankan pentingnya respons cepat, termasuk bagi wisatawan yang terdampak di Labuan Bajo.
"Pemerintah harus bergerak cepat untuk menangani dampak gempa, dan merespons cepat kebutuhan warga terdampak,” kata Puan, dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8).
Baca juga:
Gerak Cepat, Prabowo Segera Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
Ucapan Duka Cita Hingga Keselamatan Wisatawan Labuan Bajo
Puan juga menyampaikan dukacita mendalam bagi korban meninggal dunia serta mendoakan korban luka-luka agar segera pulih.
“Pimpinan DPR menyampaikan keprihatinan atas bencana gempa besar di NTT," tuturnya.
Politikus PDIP itu menekankan pendataan harus dilakukan secepat mungkin, terutama di wilayah pedalaman, agar bantuan bisa segera disalurkan.
Puan meminta pemerintah terus memantau kondisi wilayah terdampak meski peringatan dini tsunami telah dicabut. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk sementara menjauhi laut. Selain warga, perhatian juga diberikan kepada wisatawan di Labuan Bajo.
Para wisatawan ini jauh dari rumahnya. Pemerintah harus memastikan mereka mendapat pertolongan, khususnya bagi wisatawan yang tempatnya menginap rusak,
Ketua DPR RI Puan Maharani Soekarnoputri
Bantuan Logistik dan Pengungsian
Puan menekankan distribusi logistik harus merata, dengan prioritas bagi warga yang rumahnya rusak berat dan masyarakat di lokasi sulit dijangkau. Ia juga meminta agar tempat pengungsian dibuat nyaman dan aman.
“Lokasi pengungsian harus ramah bagi kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil atau menyusui, penyandang disabilitas, serta warga dengan penyakit bawaan,” tandasnya.
Baca juga:
Korban Tewas Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 38 Orang, BNPB: Data Terus Diperbarui
Gempa Terasa hingga Sulawesi Selatan
BMKG mencatat gempa terjadi Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB dengan pusat sekitar 30 km timur laut Mbay, Nagekeo, NTT, kedalaman 15 km. Gempa sempat memicu peringatan dini tsunami dengan gelombang terdeteksi di sejumlah wilayah.
Getaran juga dirasakan hingga Bima (NTB), Kepulauan Selayar, dan Bulukumba (Sulsel). Warga di beberapa daerah sempat melakukan evakuasi. (Pon)