Gelombang Setinggi 4 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah, BMKG Keluarkan Peringatan
Kamis, 17 Oktober 2024 -
MERAHPUTIH.COM - BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan pelaku pelayaran untuk waspada dan memantau informasi terbaru demi keselamatan saat beraktivitas di laut. Imbauan ini disampaikan bersamaan dengan peringatan dini potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai empat meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 17-18 Oktober 2024.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, seperti dikabarkan ANTARA, Rabu (16/10), menjelaskan gelombang tinggi mencapai 4 meter tersebut diprakirakan terjadi di wilayah perairan Samudra Hindia barat Bengkulu dan Samudra Hindia barat Lampung.
Selain itu, gelombang tinggi juga akan menerpa Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, serta Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
BMKG menegaskan kondisi gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya bagi nelayan yang menggunakan perahu dengan kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang juga diharuskan waspada jika kecepatan angin melebihi 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, sedangkan kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter akan berisiko.
Baca juga:
BMKG Ingatkan Masyarakat Pesisir Waspadai Gelombang Tinggi hingga Banjir Rob
Untuk kapal ukuran besar, seperti kapal kargo dan pesiar, ancaman muncul jika kecepatan angin melebihi 27 knot dan gelombang di atas 4 meter.
Eko menambahkan pola angin di Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari selatan ke barat dengan kecepatan berkisar 4-20 knot, sedangkan di Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari timur ke tenggara dengan kecepatan 6-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna bagian utara, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, dan perairan utara Lombok.
Kondisi itu juga menyebabkan peningkatan gelombang di berbagai wilayah, termasuk Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, dan Laut Jawa.(*)
Baca juga:
BMKG Ingatkan Masyarakat Mewaspadai Dampak Suhu Panas sampai 37 Derajat Celcius