Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Gejala Keracunan Gas Portable yang Sering tak Disadari, Bisa Berujung Fatal

Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026

MERAHPUTIH.COM - PENGGUNAAN kompor gas portable kini semakin umum, mulai dari kebutuhan memasak sehari-hari hingga aktivitas camping dan glamping. Bentuknya yang praktis membuat alat ini menjadi pilihan banyak orang. Namun, di balik kemudahannya, penggunaan gas portable juga menyimpan risiko serius apabila dipakai tanpa ventilasi udara yang baik.

Salah satu bahaya terbesar berasal dari gas karbon monoksida (CO) yang muncul dari proses pembakaran. Gas ini dikenal sangat berbahaya karena tidak memiliki warna, bau, maupun rasa sehingga sulit terdeteksi manusia. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari dirinya sedang mengalami keracunan hingga kondisi tubuh memburuk.

Karbon monoksida bekerja dengan menghambat suplai oksigen ke seluruh tubuh. Saat terhirup, gas tersebut masuk ke paru-paru lalu mengikat hemoglobin dalam darah lebih kuat dibanding oksigen. Kondisi ini membuat organ-organ vital seperti otak dan jantung kekurangan oksigen.

Baca juga:

Bahaya Gas Portable bagi Tubuh, Belajar dari Tragedi di Temanggung



Gejala Awal yang Kerap Dianggap Sepele

Seperti dilansir Alodokter, keracunan gas portable sering kali tidak langsung disadari karena gejalanya mirip kelelahan biasa atau masuk angin. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal tubuh mulai kekurangan oksigen akibat paparan karbon monoksida.


Beberapa gejala awal keracunan gas portable, meliputi:

- sakit kepala,
- pusing,
- tubuh terasa lemas,
- mual,
- mengantuk berlebihan,
- kesulitan berkonsentrasi.

Dalam banyak kasus, korban justru memilih beristirahat atau tidur karena mengira tubuh hanya kelelahan. Padahal, saat tetap berada di ruangan tertutup yang terpapar gas, kondisi tubuh dapat memburuk dengan cepat.

Kesadaran terhadap gejala awal keracunan menjadi hal penting karena banyak kasus terjadi akibat korban terlambat menyadari tubuhnya sedang kekurangan oksigen. Meski terlihat praktis dan aman, penggunaan gas portable tetap memerlukan perhatian serius demi menghindari risiko fatal.(Far)

Baca juga:

Mahasiswi Asal Temanggung Terjun di Sungai Bengawan Solo, Korban Diduga Terbawa Arus Sungai

Baca Artikel Asli