Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gebrakan Program 100 Hari Calon Tunggal Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto

Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026

Merahputih,com - Penasaran dengan apa saja gebrakan yang disiapkan calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto jika resmi memimpin institusi kepolisian? Dalam uji kelayakan Kapolri di DPR RI pada Kamis (1/10), ia secara lugas membongkar program 100 hari Kapolri yang berfokus pada perbaikan nyata dan respons cepat terhadap keluhan masyarakat.

Rencana strategis ini langsung menjawab masalah inti publik, mulai dari komitmen memberantas judi online, menghentikan penipuan digital, hingga memastikan setiap laporan warga diproses tuntas tanpa harus menunggu kasusnya viral di media sosial.

Baca juga:

Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jalani Fit and Proper Test Calon Kapolri dengan Komisi III DPR

Menariknya, visi misi Kapolri Suyudi ini disusun dengan sangat realistis dan membumi. Ia tidak mau sekadar mengobral janji manis, sehingga momen krusial di Komisi III dimanfaatkannya untuk membeberkan peta jalan yang terstruktur demi terwujudnya reformasi Polri.

Lewat pendekatan yang sistematis, jenderal bintang tiga ini membagi strategi seratus harinya ke dalam tiga fase utama agar setiap kebijakan bisa dievaluasi, dikoreksi, dan benar-benar terasa dampaknya oleh masyarakat luas dari tingkat Polsek hingga Mabes.

Tiga Fase Krusial Program 100 Hari: Pantang Obral Janji

Calon

Biar nggak penasaran, Suyudi memecah program 100 harinya ke dalam garis waktu yang spesifik. Untuk 30 hari pertama, fokus utamanya adalah blusukan untuk mengecek 'dapur' Polri, memetakan kejahatan kelas kakap, dan beres-beres sistem laporan.

Program 100 hari pertama, hari pertama sampai 30 mengetahui keadaan sebenarnya, menetapkan komando perubahan, membangun base line, memeriksa penerimaan laporan respon 110, tunggakan untuk perkembangan perkara, pengaduan perlindungan kelompok rentan, kesiapan Polres Polsek, serta memetakan kejahatan berdampak tinggi,

Komjen Suyudi Ario Seto.

Lanjut ke fase kedua (hari ke-31 sampai 60), waktunya dipakai untuk mengetes langsung kebijakan perbaikan yang sudah dibuat.

Baru di fase ketiga (hari ke-61 sampai 100), ia siap memamerkan hasil kerjanya ke publik sekaligus mengevaluasi jika ada program yang mandek. Ia sadar betul kalau masa awal jabatan ini sangat krusial.

"100 hari pertama bukan panggung untuk mengumumkan sebanyak mungkin program, 100 hari pertama adalah fase membuktikan arah," tegasnya.

Jurus 'Quick Win': Sikat Penipuan Digital hingga Bebas Kawasan Narkoba

Nggak cuma ngomongin teori, Suyudi juga sudah menyiapkan amunisi quick win yang menargetkan masalah-masalah paling meresahkan warga saat ini. Apa saja fokusnya?

Quick win 100 hari. Mulai dari ruang publik aman, pemberantasan dan pemulihan kawasan narkoba, bersih judi daring dan penipuan digital, 110 respon cepat dan SPKT ramah korban, perkara terlacak SP2HP pasti, bersih ke dalam, Polres kuat Polsek tangguh, KUHP dan KUHAP scientific investigation,

tuturnya rinci.

Lewat strategi ini, korban kejahatan dijanjikan bakal mendapat pelayanan yang lebih ramah di SPKT, dan perkembangan kasus mereka bisa dicek dengan transparan lewat SP2HP.

Sentilan Buat Atasan: Harus Turun Gunung, Bukan Cari Panggung

Bicara soal rencana jangka menengah hingga 2029, ada satu statement menohok dari sang calon Tri Brata 1. Menurutnya, perubahan di tubuh Polri nggak bakal jalan kalau cuma bosnya yang koar-koar nyuruh bawahan berubah.

Ia menegaskan perubahan Polri tidak mungkin terjadi apabila pimpinan hanya meminta anggota berubah. Perubahan harus dimulai dari pimpinan dan dibuktikan di lapangan.

"Saya akan turun ke lapangan bukan untuk mencari panggung, tetapi untuk melihat masalah, mendengarkan anggota dan masyarakat, mengambil keputusan, serta memastikan keputusan dilaksanakan," jelas dia.

Ia juga mewanti-wanti keras agar para komandan tidak menekan anggota di lapangan untuk mencapai target dengan cara-cara kotor yang melanggar hukum. Stres kerja bukan alasan buat meras warga, nerima suap, apalagi jadi beking bisnis ilegal.

Prinsip Anti-Arogan dan Kerja Nyata Tanpa Tunggu Viral

Di ujung paparannya, Komjen Pol Suyudi merangkum semangat kepemimpinannya dalam empat pantangan utama: tidak arogan, tidak berbohong, tidak menyalahgunakan wewenang, dan pantang menyakiti masyarakat.

Ia menolak keras anggapan bahwa kursi Kapolri adalah pencapaian tertingginya. "Bagi saya, jabatan Kapolri bukanlah puncak karir. Jabatan Kapolri adalah puncak tanggung jawab," tegasnya.

Baca juga:

Tok, Paripurna DPR Setuju Komjen Suyudi Jadi Kapolri. Langsung Dilantik Hari Ini?

Buat Suyudi, suksesnya seorang Kapolri bukan diukur dari seberapa banyak aplikasi baru yang di-launching, rapat yang digelar, atau slogan yang dibikin. Kesuksesan sejati adalah saat rasa aman itu benar-benar hadir di tengah masyarakat.

"Saya ingin keberhasilan Polri kelak dinilai... dari hal yang benar-benar dirasakan masyarakat lebih aman, laporan lebih mudah diterima, pertolongan datang lebih cepat, perkara lebih pasti, korban terlindungi, hukum diterapkan adil, anggota berintegritas memiliki masa depan, dan penyimpangan dapat dikoreksi tanpa harus menunggu viral," pungkasnya

Baca Artikel Asli