Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ganjar Minta Kepala Daerah Hati-hati Garap Proyek di Masa Pandemi COVID-19

Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Maret 2021

MerahPutih.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mewanti-wanti pada bupati dan wali kota di 35 kabupaten/kota berhati-hati dan memiliki perencanaan matang dalam melakukan pembangunan di masa pandemi COVID-19.

Hal tersebut sangat penting agar anggaran APBD tidak habis hanya untuk mengerjakan proyek dan pekerjaan lainnya jadi terbengkalai.

"Kita diminta pusat melakukan refocusing, memang anggaran-anggaran dalam posisi kedaruratan ini agak luwes," kata Ganjar, Jumat (26/3).

Baca Juga:

Jateng Buka Pembelajaran Tatap Muka pada Juli, Ganjar Minta Guru Divaksin

Ganjar menegaskan jika kepala daerah tidak cermat dalam melakukan pengelolaan keuangan bisa berbahaya. Bahkan, kasus daerah tidak cermat dalam mengelola keuangan sudah ada.

"Keluwesan ini kalau kita tidak prudent, tidak hati-hati, tidak bisa akuntabel maka akan jadi persoalan. Contohnya sudah ada," ucap Ganjar.

Ia menginginkan, dalam pengelolaan anggaran di masa-masa seperti ini harus diubah. Dari pengelolaan dengan gaya kuasa menjadi gaya yang lebih transparan dan akuntabel.

"Saya tidak bosan mengingatkan pentingnya sinkronisasi dan harmonisasi agar pembangunan dan keuangan dapat berjalan sesuai rencana dan efektif," terang dia.

Ganjar berharap, daerah bisa memaksimalkan dalam mengelola keuangan. Terutama untuk mengetahui perencanaan keuangan dan pembangunan yang efisien dan akuntabel.

 Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengecek pelaksanaan vaksinasi di Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengecek pelaksanaan vaksinasi di Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) M Yusuf Ateh mengatakan pihaknya menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan pembangunan daerah dengan kebijakan pembangunan nasional khususnya dalam proyek prioritas nasional.

BPKP telah merancang pengawasan atas akuntabilitas perencanaan dan penganggaran di daerah, sebagai media untuk membantu pemda memastikan efektivitas dan efisiensi rancangan program atau kegiatan dan sub-kegiatannya.

"Strategi dan kolaborasi pengawasan untuk dapat memastikan keselarasan program strategis antara pemerintah pusat dan daerah. Jangan ambil resiko jika keuangan daerah tidak stabil," ucapnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Ganjar Pertanyakan Rencana Impor Beras saat Masuki Masa Panen

Baca Artikel Asli