Merahputih.com - Pabrikan otomotif asal China, GAC, tengah menyiapkan sedan listrik terbaru bernama Ray 7.
Mobil ini menawarkan desain fastback, teknologi bantuan berkendara canggih, serta jarak tempuh yang diklaim mencapai 702 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Dari segi dimensi, Ray 7 memiliki panjang 4.960 milimeter, lebar 1.900 milimeter, dan tinggi 1.455 milimeter. Sedan lima penumpang ini juga dibekali jarak sumbu roda 2.920 milimeter serta koefisien hambatan udara sekitar 0,22.
Baca juga:
Berburu Mobil dan Motor Listrik di PEVS 2026, Bisa Dapat Cashback hingga Rp 200 Juta!
Dibekali 27 Sensor
Salah satu daya tarik GAC Ray 7 terletak pada teknologi bantuan berkendaranya. Mobil ini dilengkapi 27 sensor, termasuk LiDAR Huawei 192-line dan tiga radar gelombang milimeter 4D.
Sistem tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi Robotaxi Level 4 milik WeRide. Fitur yang ditawarkan mencakup navigasi di lingkungan perkotaan yang kompleks, parkir otomatis, hingga kemampuan navigasi saat memasuki gerbang.
Baca juga:
BYD Ti7 Siap Ramaikan Pasar Indonesia? Ini Spesifikasi SUV Hybrid 7 Penumpang
Kabin Dilengkapi Layar Besar
Di dalam kabin, Ray 7 mengusung panel instrumen digital dan layar sentuh tengah berukuran besar dengan desain mengambang.
Pengemudi juga mendapatkan setir multifungsi tiga palang, sementara kursi depan dirancang dengan gaya sport.
Untuk menunjang kenyamanan, GAC turut menyematkan fitur pengisian daya nirkabel bagi telepon pintar.
Jarak Tempuh GAC Ray 7 Capai 702 Kilometer
Baca juga:
Produsen Mobil China Chery Tembus 20 Juta Penjualan, Ekspor Melonjak 71,5 Persen
Pada sektor penggerak, GAC Aion mengandalkan sistem motor listrik Huawei DriveONE yang dipadukan dengan modul manajemen termal 28-in-1.
Kombinasi teknologi tersebut diklaim mampu menghasilkan konsumsi energi 9,7 kWh per 100 kilometer berdasarkan pengujian CLTC.
Ray 7 ditawarkan dengan dua pilihan jarak tempuh, yakni 530 kilometer dan 702 kilometer. Perbedaan keduanya terletak pada pemasok sel baterai.