Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

FPI Dinilai Selalu Berbeda Sikap dan Berseberangan dengan Pemerintah

Angga Yudha Pratama - Kamis, 10 Desember 2020

Merahputih.com - Ormas Front Pembela Islam (FPI) kerap memicu kontroversi dalam setiap aktivitasnya. Bahkan, sang pentolan, Rizieq Shihab sering jadi sorotan karena berurusan dengan hukum.

Praktisi hukum, Petrus Selestinus menilai, FPI selalu berbeda sikap dan berseberangan dengan Pemerintah. Terutama ketika berhadapan dengan persoalan penegakan hukum.

"Ini berpotensi menjadi sebuah kekuatan yang sulit dibendung dengan cara yang biasa," kata Petrus kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (10/12).

Petrus melihat, pemerintah dan Polri selama ini terkesan membiarkan Ormas FPI dengan aktivitasnya. Sehingga tumbuh kebanggaan di dalam diri anggota FPI sebagai ormas yang kebal hukum dan bisa melakukan apa saja.

Ini terlihat dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan 10 dan 14 November lalu. "Polisi sering diolok-olok dan dilawan, ketika bertugas atau berhadapan dengan FPI di lapangan," jelas Petrus.

Ia menyebut, tugas membina ormas tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi sudah saatnya mesyarakat ikut ambil bagian dalam membina anggota FPI dengan cara masing-masing.

Dengan mengajak anggota FPI menjadi ormas Inklusif dan bersifat organik dalam ikatan kohesi sosial yang kuat. "Yaitu enggan mematuhi norma, standar, prosedure dan kriteria yang berlaku," ungkap Petrus.

Praktisi Hukum Petrus Salestinus
Praktisi Hukum Petrus Selestinus

Ia menambahkan, untuk memastikan bahwa FPI berada pada jalur yang benar dan legal konstitusional, maka FPI harus menjadi ormas Pemuda yang inklusif. Yakni bersifat organik dan mau diarahkan untuk bersinergi dengan ormas Pemuda lainnya.

"Ini guna melahirkan karya-karya besar di atas akhlak dan moral Pancasila," papar Petrus.

Pria yang juga Ketua Kongres Rakyat Flores Indonesia ini berharap, Mendagri Tito Karnavian mau turun tangan mengajak FPI membantu pemerintah meningkatkan kesehjateraan warga.

"Pemerintah perlu mengajak seluruh anggota ormas FPI untuk kembali ke jalan yang legal konstitusional dan inklusif," tutup Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia ini.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya diketahui telah menembak mati enam anggota laskar FPI saat mengawal rombongan keluarga Rizieq Shihab pergi ke luar kota.

Atas peristiwa itu, aparat kepolisian menyatakan bahwa penembakan dilakukan, karena polisi yang saat itu bertugas untuk melakukan penyelidikan diserang anggota laskar menggunakan senjata api. (Knu)

Baca Artikel Asli