Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

for Revenge Gandeng YB dan Tepe di Single Terbaru 'Museum Duka'

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026

MerahPutih.com - for Revenge kembali menghadirkan karya terbaru melalui single bertajuk Museum Duka. Dalam lagu ini, for Revenge menggandeng YB atau Reza Arap serta Tepe untuk menghadirkan kolaborasi yang mempertemukan tiga karakter musikal berbeda.

Kolaborasi tersebut berawal dari hubungan kreatif yang terjalin ketika ketiganya sempat tampil bersama membawakan Serana dan Penyangkalan dalam sebuah festival.

Dari pertemuan itu, muncul gagasan untuk melanjutkan kerja sama melalui sebuah karya baru. Ide kolaborasi tersebut kemudian diinisiasi oleh YB melalui Boniex, vokalis for Revenge.

Baca juga:

for Revenge Hadirkan Lagu Penuh Emosi untuk Film 'Spider-Man: Brand New Day'

'Museum Duka' Jadi Ruang untuk Menyimpan Kenangan

Bagi YB, Museum Duka menggambarkan ruang personal yang dimiliki setiap orang untuk menyimpan sosok maupun kenangan yang telah pergi.

Ruang tersebut dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari hati, sebuah ruangan, hingga benda-benda yang masih disimpan sebagai pengingat.

Ketika rasa rindu kembali datang, seseorang seolah kembali mengunjungi ruang tersebut dan bertemu lagi dengan kenangan yang pernah ditinggalkan.

Lagu ini bukan cuma tentang gue, bukan cuma tentang for Revenge. Kami berusaha mewakili mereka yang juga merasa kehilangan,

YB.

Museum Duka juga menjadi pengalaman baru bagi YB. Melalui lagu ini, ia untuk pertama kalinya bernyanyi menggunakan bahasa Indonesia sekaligus berkolaborasi secara langsung dengan sebuah band.

Lirik Museum Duka - for Revenge, YB, Tepe

Di tengah riuh

Di sela gegap gempita yang beradu

dan ingar bingar yang tak lekas meredup

Terulang lagi

Kudengar lagi

Nama yang kuyakini menunggu

Meski tak kan terjawab

Kalimat yang belum lengkap

Ini terlalu cepat

Aku tak pernah siap

Jika tak bisa mati

Tetap duka yang akan kupilih

Jika hidup tersangkal mati

Rumah mana yang harus kutempati lagi

Katanya waktu kan menyembuhkan

dan tak ada yang sukar di luar batasan

Ini terlalu cepat

Aku tak kan pernah siap

Jika tak bisa mati

Tetap duka yang akan kupilih

Jika hidup tersangkal mati

Rumah mana yang harus kutempati

Jika tak bisa

Mungkin tak bisa

Kan kujalani dengan jiwa

yang mati

Bergegas ku kembali

Pusara yang kau huni

Jika tak bisa mati

Tetap duka yang akan kupilih

Jika hidup tersangkal mati

Rumah mana yang harus kupilih nanti

(far)

Baca Artikel Asli