Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Final Liga Champions: Arsenal Mencoba Seperti Liverpool, Manchester United, dan Manchester City

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026

Merahputih.com - Final Liga Champions 2026 akan mempertemukan Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG) di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5) malam WIB.

Laga puncak kompetisi tertinggi Eropa menjadi momen krusial bagi klub London Utara untuk mencatatkan nama sebagai tim Inggris keempat peraih gelar ganda domestik dan Eropa pada musim yang sama.

Catatan sejarah mencatat hanya Liverpool, Manchester United, dan Manchester City yang mampu meraih prestasi tersebut.

Baca juga:

Lokasi Nobar Final Liga Champions 2026 Bagi Para Gooners, Buruan Beli Tiketnya

Mikel Arteta mengusung misi membawa Arsenal meraih trofi Champions League untuk pertama kali sepanjang sejarah klub. Keberhasilan menembus babak final musim ini memutus penantian selama 20 tahun.

Sebaliknya, PSG datang dengan status juara bertahan dan berambisi menyamai rekor Real Madrid sebagai tim yang mampu mempertahankan gelar pada era modern turnamen ini.

Benteng Kokoh Pertahanan Meriam London

Keberhasilan Arsenal melaju ke partai final bertumpu pada kekuatan lini pertahanan yang sangat solid. Gabriel Magalhães dan William Saliba sukses mengawal area belakang, sehingga kiper David Raya mencatatkan sembilan laga tanpa kebobolan.

Sepanjang fase gugur, gawang wakil Inggris tidak pernah kebobolan dari situasi permainan terbuka dalam enam pertandingan terakhir.

Link

"Tim memiliki keyakinan penuh pada sistem pertahanan saat ini, namun fokus utama tetap menjaga konsistensi pada laga final nanti," ujar Mikel Arteta dalam konferensi pers sebelum pertandingan.

Kontribusi lini serang bertumpu pada Bukayo Saka, pencetak lima gol dan tiga asis saat menghadapi klub asal Prancis.

Produktivitas Gol Fantastis Les Parisiens

Tantangan besar menghadang lini belakang Arsenal karena PSG memiliki produktivitas luar biasa dengan catatan 44 gol sepanjang kompetisi musim ini.

Jumlah tersebut mendekati rekor 45 gol milik Barcelona pada musim 1999-2000. Skuad asuhan Luis Enrique juga memegang rekor tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan fase gugur Champions League secara beruntun.

Baca juga:

Final Liga Champions PSG vs Arsenal Versi Superkomputer Opta: Head to Head, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain

Kehadiran penyerang Khvicha Kvaratskhelia menjadi motor serangan utama klub ibu kota Prancis dengan kontribusi tujuh gol dan tiga asis pada fase gugur. Pelatih Luis Enrique memiliki catatan impresif dengan rasio kemenangan 64 persen dari 50 laga di kompetisi Eropa.

Pertemuan di Budapest menjadi laga kedelapan bagi kedua tim dengan rekor pertemuan yang masih seimbang.

Baca Artikel Asli