MerahPutih.com - Festival Meriam Karbit merupakan salah satu tradisi khas masyarakat di Kalimantan Barat yang selalu meriah digelar menjelang dan saat perayaan Idulfitri.
Tradisi ini paling dikenal di Pontianak, kota yang berada tepat di garis khatulistiwa.
Dentuman meriam yang saling bersahutan di sepanjang tepian sungai menjadi penanda kegembiraan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalani bulan Ramadan.
Meriam karbit sendiri dibuat dari batang kayu besar atau drum logam berukuran besar yang dimodifikasi menyerupai meriam. Di dalamnya dimasukkan karbit (kalsium karbida) yang dicampur dengan air sehingga menghasilkan gas asetilena.
Ketika gas tersebut disulut dengan api, akan muncul ledakan keras yang menghasilkan suara dentuman khas. Suara inilah yang menjadi daya tarik utama dalam festival tersebut.
Baca juga:
Tradisi Meugang di Aceh: Momen Memasak Daging Bersama Jelang Lebaran
Dikutip dari berbagai sumber, tradisi meriam karbit diyakini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Ada cerita yang menyebutkan bahwa dentuman meriam dahulu digunakan masyarakat untuk mengusir makhluk halus yang dipercaya berkeliaran di sekitar Sungai Kapuas.
Seiring waktu, kebiasaan tersebut berkembang menjadi perayaan budaya yang sarat makna kebersamaan.
Menjelang festival, warga biasanya bekerja sama membuat meriam karbit dalam ukuran besar. Proses pembuatannya dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda dan masyarakat setempat.
Setelah selesai, meriam-meriam tersebut akan disusun berjajar di sepanjang tepian sungai, lalu dinyalakan secara bergantian sehingga menciptakan dentuman yang saling bersahutan.
Kini, Festival Meriam Karbit bukan hanya menjadi tradisi lokal, tetapi juga daya tarik wisata budaya di Pontianak. Setiap tahunnya, ribuan warga dan wisatawan datang untuk menyaksikan langsung kemeriahan suara meriam yang menggema di malam hari.
Selain menjadi hiburan, festival ini juga menjadi simbol kuat dari semangat kebersamaan dan warisan budaya masyarakat Kalimantan Barat yang terus dijaga dari generasi ke generasi. (far)