Merahputih.com - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) menerima lebih dari 150 aduan dari pengguna transportasi mulai dari 1 April hingga 28 Desember. Aduan diterima dari berbagai platfrom seperti Grup Whatsapps dan beberapa sosial media DTKJ.
"DTKJ menerima sebanyak 175 aduan dari pengguna transportasi," ujar Ketua DTKJ, Haris Muhammad saat menyampaikan capaian DTKJ dan kinerja selama tahun 2020 di Jakarta, Selasa (29/12).
Baca Juga:
Dari banyak aduan yang masuk, DTKJ mengelompokan tiga kategori besar pengaduan konsumen transportasi. Pertama ialah waktu tunggu yang dirasa cukup lama. Baik waktu kedatangan hingga estimasi perjalanan pada tiap moda transportasi yang ada.
Kedua, perihal sarana dan prasana yang tidak ramah untuk kaum disabilitas. Terakhir, Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja pada bidang transportasi kurang mumpuni. Sehingga perlu diperbaiki sikap serta pengetahuannya.
"Untuk aduan yang di terima, DTKJ memerlukan waktu untuk mengkaji dan membenahi semua permasalahan yang diadukan oleh masyarakat," terang dia.
Baca Juga:
Haris menyampaikan, lembaga yang di bentuk pada tahun 2003 ini mengumpamakan aduan dari pengguna moda transpirtasi ini seperti gunung es.
"Angka aduan konsumen harus dibaca sebagai fenomena gunung es. Masih banyak problem transportasi yang di bawah permukaan" tutupnya. (Asp)