MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan akan menaikkan tarif layanan Transjakarta dan Transjabodebek per 1 Januari 2027. Namun, Pramono belum memutuskan berapa tarif baru terebut.
Pramono menjelaskan, alasan pihaknya menyesuaikan tarif Transjakarta pada tahun depan. Karena, kata dia, tarif Transjakarta sudah sekitar 20 tahun tidak pernah mengalami kenaikan dengan harga Rp 3.500.
Ya tarif Jakarta ini sudah sangat-sangat murah dibandingkan dengan seluruh daerah di Republik ini, hampir 20 tahun nggak pernah (naik).
kata Pramono, Selasa (13/10)
Pramono menjelaskan, pihaknya tidak hanya sekadar menaikkan tarif Transjakarta. Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga akan menambah kelompok masyarakat yang diberikan subsidi transportasi gratis dari 15 menjadi 21 golongan.
Baca juga:
Pemprov DKI Tambah Golongan Masyarakat yang Gratis Naik Transjakarta
Menurut dia, kebijakan itu dilakukan agar tercipta azas keadilan dalam menggunakan transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, kelompok masyarakat yang diberikan subsidi transportasi gratis akan diperluas.
"Rekan-rekan sekalian, kami malah menambah dari 15 menjadi 21 yang kita bebaskan," ucapnya.
Adapun, kelompok masyarakat yang akan ditambah dalam golongan yang bisa gratis naik transportasi umum di Jakarta adalah pendamping penyandang disabilitas, warga Jakarta pencari kerja, pasien rujukan rutin, pelajar atau mahasiswa tidak mampu di luar penerima KJP atau KJMU, pelaku UMKM binaan, dan korban bencana alam atau bencana yang sedang dalam pemulihan.
"Maka, kenapa saya benar-benar ingin menerapkan bahwa ada azas keadilan, bagi warga yang tidak mampu malah jumlahnya diperluas," pungkasnya. (Asp)
Baca juga:
Pramono Belum Berani Hapus Ganjil-Genap DKI, Tunggu MRT Kota Tua Selesai