DPRD DKI Minta Revitalisasi Pasar Rakyat Jangan Cuma Proyek Seremonial Belaka
Kamis, 15 Januari 2026 -
Merahputih.com - Perumda Pasar Jaya didesak agar tidak menjadikan revitalisasi pasar rakyat sebagai sekadar agenda rutin tahunan. Pembenahan pasar harus menjadi solusi nyata bagi persoalan klasik yang selama ini mencekik pedagang dan masyarakat.
Bahkan, fenomena 'pasar tumpah' di yang berjualan di bahu jalan merugikan pedagang resmi di dalam gedung, sehingga membuat pembeli enggan masuk ke area pasar, sekaligus memicu kemacetan parah yang mengganggu pengguna jalan.
Baca juga:
"Kami mengingatkan agar agenda ini (revitalisasi pasar) tidak sekadar menjadi rutinitas. Pembeli sudah 'dicegat' terlebih dahulu di luar area pasar, sehingga pedagang di dalam kios sepi dan merugi. Di sini dibutuhkan keseriusan," tegas Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta Ismail di Jakarta, Kamis (15/1).
Lebih lanjut, Ismail menyarankan agar Perumda Pasar Jaya menerapkan konsep pengembangan kawasan (mixed-use), terutama pada pasar yang berada di lokasi strategis atau kawasan berorientasi transit (TOD).
"Artinya, di sini dibutuhkan keseriusan. Kami tidak menentang revitalisasi. Namun, revitalisasi juga harus dioptimalkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari strategi monetisasi aset," ujar Ismail.
Baca juga:
Mengingat mahalnya harga lahan di Jakarta, ia menilai aset pasar tidak boleh hanya berfungsi tunggal sebagai tempat jual beli.
Ia juga meminta pengelola memperhatikan kualitas fasilitas penunjang, seperti toilet dan area parkir, agar mampu menarik minat pengunjung. Menurutnya, fasilitas yang bersih dan nyaman dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan transaksi di pasar rakyat.
"Karena bisa saja orang awalnya hanya berniat menggunakan toilet, tetapi akhirnya berbelanja di pasar. Semua ini saling terkait," ungkap Ismail.