Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

DPR Mau Cecar Alasan KAI Impor KRL Baru dari Tiongkok

Wisnu Cipto - Rabu, 07 Februari 2024

MerahPutih.com- Kebijakan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengimpor tiga rangkaian KRL baru dari Tiongkok menuai pertanyaan dari parlemen. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Sarmuji mengatakan belum mendapatkan informasi detail terkait impor KRL dari KAI.

Untuk itu, Komisi VI DPR memastikan berencana akan memanggil KAI untuk meminta penjelasan kajian hingga alasan impor KRL dari negeri Tirai Bambu tersebut.

"Nanti akan kita panggil PT KAI, jangan sampai ini menimbulkan perdebatan baru yang kemarin sudah terjadi," ungkap Sarmuji kepada awak media dikutip di Jakarta, Rabu (7/2).

Baca Juga:

Terputus Karena Banjir, Jalur Kereta di Grobogan Sudah Dilewati Kereta Api

Sarmuji mengingatkan agar KAI tidak terburu-buru dalam melakukan impor kereta. Andaikan terpaksa karena kebutuhan mendesak, dia berharap KAI menjelaskan terlebih dahulu kepada Komisi VI tentang kajian yang jelas dan alasan dilakukannya impor.

"Harus dilakukan secara transparan agar publik juga mengetahui mengapa memilih impor terutama impor dari negara Tiongkok,” tutur politikus Fraksi Partai Golkar itu.

Sebaliknya, Komisi VI berharap KAI dapat memprioritaskan produksi dari dalam negeri terlebih dahulu. Sehingga, industri kereta api dalam negeri dapat ikut merasakan manfaat dari tumbuhnya moda transportasi kereta api.

Baca Juga:

Pemkot Bandung Bereskan Kabel Semrawut Sepanjang 66,35 Kilometer

"Kami ingin memprioritaskan produksi dalam negeri supaya BUMN yang bisa memproduksi gerbong kereta api itu juga bisa mendapatkan manfaat dari tumbuhnya transportasi terutama modal kereta api," papar Sarmuji

Sebagai informasi, dalam penandatanganan Kontrak Kerjasama Pengadaan Sarana KRL Baru pada 31 Januari 2024 di Beijing, Tiongkok, disepakati impor 3 KRL baru ini senilai Rp 783 miliar.

Tiga KRL tersebut adalah rangkaian kereta tipe KCI-SFC120-V. Pengadaan tersebut sebagai langkah KAI Commuter dalam memenuhi sarana KRL untuk mengakomodir pengguna KRL Jabodetabek yang diharapkan 2 juta lebih pengguna perhari pada 2025. (Knu)

Baca Juga:

KCIC Ajak Komunitas Disabilitas Naik Kereta Cepat Whoosh

Baca Artikel Asli