Merahputih.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim hasil pertemuan bilateral dengan Presiden China, Xi Jinping menghasilkan kesepakatan krusial. Amerika Serikat dan China secara tegas menolak kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.
"Kami juga membahas Iran. Pandangan kami mengenai Iran sangat mirip, kami ingin hal itu berakhir. Kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir," ujar Trump melalui siaran televisi pemerintah China di Zhongnanhai, Beijing.
Pernyataan tersebut terlontar saat Trump menjalani tur privat bersama Xi Jinping di Zhongnanhai. Kawasan strategis ini merupakan kompleks pemerintahan dan kepemimpinan tertinggi China yang menggabungkan kantor presiden, kantor perdana menteri, serta kediaman elit Partai Komunis China dengan pengamanan super ketat.
Baca juga:
Selain isu nuklir, Trump menyoroti ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu jalur perdagangan global.
"Kami ingin selat tetap terbuka. Saat ini kami sedang menutupnya. Mereka menutupnya, dan kami menutupnya lagi terhadap mereka. Namun, kami ingin selat itu terbuka, dan kami ingin mereka mengakhiri persoalan ini, karena situasi di sana kacau, agak kacau," tambah Trump.
Trump menegaskan bahwa situasi penuh konflik tersebut tidak boleh berlanjut. Hubungan bilateral AS-China diharapkan mampu membawa stabilitas baru di kawasan Timur Tengah.
Lembaran Baru Hubungan Strategis Dua Raksasa Dunia
Kunjungan kenegaraan ini juga menghasilkan kesepakatan kerja sama yang lebih luas. Trump menyatakan apresiasi tinggi atas sambutan hangat dari pihak China dan berjanji akan memberikan sambutan serupa saat Xi Jinping mengunjungi Amerika Serikat kelak.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China melansir pernyataan tertulis Presiden Xi Jinping yang menekankan pentingnya penguatan kerja sama bilateral demi mendorong pembangunan kedua negara.
"Kedua negara perlu melaksanakan dengan baik konsensus penting yang telah kita capai, menghargai momentum positif yang tidak mudah diperoleh saat ini, menjaga arah yang tepat, menyingkirkan berbagai gangguan, dan mendorong hubungan kedua negara berkembang secara stabil," tegas Presiden Xi.
Baca juga:
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Presiden Xi menyebut kunjungan Trump kali ini sebagai momen bersejarah yang meletakkan fondasi baru bagi hubungan strategis yang konstruktif dan stabil. Pertemuan ini sekaligus menjadi sarana memperluas kerja sama ekonomi, perdagangan, serta koordinasi isu internasional.
Pertemuan tingkat tinggi ini juga menghadiri sejumlah pejabat penting kedua negara. Delegasi China diwakili oleh Sekretaris Sekretariat Komite Pusat PKC Cai Qi, Wakil Perdana Menteri He Lifeng, dan Menteri Luar Negeri Wang Yi. Sedangkan delegasi Amerika Serikat menghadirkan Duta Besar AS untuk China David Perdue, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, serta Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.