MerahPutih.com - Pep Guardiola mengatakan bahwa Manchester City tidak memiliki banyak peluang untuk membalikkan keadaan di leg kedua 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid.
Mereka harus menelan kekalahan 3-0 di Bernabeu pada leg pertama, Kamis (12/3) dini hari WIB.
City dikejutkan oleh hat-trick Federico Valverde dalam 22 menit babak pertama, yang membuat peluang mereka untuk mencapai perempat final semakin tipis menjelang leg kedua di Etihad pekan depan.
Pasukan Guardiola mendapat secercah harapan berkat penyelamatan penalti Gianluigi Donnarumma dari Vinicius Junior di babak kedua.
Baca juga:
Real Madrid Hajar Manchester City 3-0, Harus Dibayar Mahal Cedera Ferland Mendy
Manchester City Pesimis Lolos ke Perempat Final Liga Champions 2025/26
"Tentu saja kami akan mencoba. Kami akan mempelajari apa yang perlu diperbaiki dan lebih aktif di sepertiga akhir lapangan dan kami akan mencoba," ujarnya.
Sebelum pertandingan, pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa mengatakan, bahwa Guardiola akan memberikan kejutan dengan susunan pemainnya.
Lalu, pelatih City itu menepati janjinya dengan menurunkan Jeremy Doku, Savinho, dan Abdukodir Khusanov sebagai starter.
Baca juga:
PSG Hancurkan Chelsea, Penampilan Filip Jorgensen Bikin The Blues Tersungkur
Ia juga memindahkan Nico O'Reilly dari lini tengah ke bek kiri. Pemain berusia 20 tahun itulah yang membuat kesalahan pada gol pertama Valverde, ketika ia salah mengantisipasi bola panjang ke depan dari Thibaut Courtois.
Guardiola mengganti Savinho pada babak pertama saat timnya tertinggal 3-0. Setelah itu, ia terpaksa membela pilihan timnya.
"Berapa kali Nico O'Reilly bermain sebagai bek kiri musim ini? Berapa kali?" kata Guardiola menanggapi pertanyaan tentang apakah ia membuat kesalahan dengan pilihannya.
"Satu-satunya penyesuaian adalah Khusanov di area itu karena Vinícius datang ke area tersebut dan Anda harus mengontrolnya. Saya pernah melakukan rotasi di Newcastle dengan 11 pemain berbeda dan itu baik-baik saja, jadi pahami apa yang saya maksud," tambahnya. (sof)