MerahPutih.com - Masa depan Tijjani Reijnders di Manchester City mendadak menjadi perbincangan, kali ini bukan karena performanya melainkan gelandang berdarah Indonesia tersebut masuk radar klub Arab Saudi, Al Qadsiah, pada bursa transfer musim panas 2026.
Kabar terbaru menyebut negosiasi antara Manchester City dan Al Qadsiah sudah memasuki tahap lanjut. Pembicaraan juga berlangsung dengan pihak Reijnders, sehingga peluang transfer pemain asal Belanda itu ke Arab Saudi semakin terbuka.
Jika kesepakatan tercapai, kepindahan tersebut akan menjadi keputusan besar bagi Reijnders. Pasalnya, ia baru bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2025 setelah meninggalkan AC Milan.
Al Qadsiah Serius Kejar Tijjani Reijnders
Al Qadsiah disebut menjadi klub yang paling serius dalam perburuan Tijjani Reijnders. Laporan mengenai negosiasi lanjutan antara kedua klub muncul pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Baca juga:
Menurut laporan yang beredar, pembicaraan terus berjalan meski Al Qadsiah sedang bersiap menghadapi pertandingan pembuka musim mereka. Ada harapan kesepakatan dapat dirampungkan dalam beberapa hari mendatang.
Situasi tersebut membuat masa depan Reijnders di Etihad Stadium semakin tidak pasti.
Sejumlah klub sebelumnya juga dikaitkan dengan gelandang berusia 28 tahun tersebut. Nottingham Forest, Galatasaray, dan Juventus sempat disebut sebagai peminat.
Namun, Al Qadsiah kini tampak berada di posisi terdepan.
Manchester City Pasang Harga untuk Reijnders
Manchester City sebelumnya mendatangkan Reijnders dari AC Milan dengan nilai sekitar £46,5 juta pada musim panas 2025. Transfer tersebut menjadi salah satu langkah penting City untuk memperkuat lini tengah.
Reijnders kemudian menandatangani kontrak jangka panjang dengan Manchester City. Namun, hanya satu musim setelah kedatangannya, klub disebut terbuka terhadap tawaran untuk sang pemain.
Laporan mengenai nilai transfer terbaru memang bervariasi. Sejumlah pemberitaan menyebut angka sekitar £51 juta hingga £55 juta, sementara laporan lain mengaitkannya dengan nilai sekitar €60 juta. Karena negosiasi masih berlangsung, angka final transfer belum dapat dianggap sebagai harga resmi.
Jika transfer terealisasi di kisaran tersebut, Manchester City berpotensi mendapatkan nilai penjualan yang cukup besar hanya setahun setelah merekrut Reijnders.

Tijjani Reijnders, gelandang 26 tahun direkrut dari AC Milan (Manchester City)
Masa Depan Reijnders di Man City Mendadak Dipertanyakan
Salah satu faktor yang membuat masa depan Reijnders menjadi tanda tanya adalah persaingan di lini tengah Manchester City.
Baca juga:
Persib Bisa Sedikit Lega, Cedera Dion Markx dan Ramon Tanque Mulai Pulih Ikut TC di Bali
Kedatangan Elliot Anderson membuat persaingan untuk mendapatkan tempat utama semakin ketat. Dalam kondisi tersebut, Reijnders harus bersaing dengan sejumlah pemain lain untuk mendapatkan menit bermain reguler.
Padahal, pada musim debutnya, Reijnders tetap mendapatkan kesempatan bermain cukup banyak. Ia disebut tampil dalam 50 pertandingan dengan 34 kali menjadi starter dan mencatatkan tujuh gol serta tujuh assist sepanjang musim 2025/2026.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa kontribusinya untuk City tidak bisa dianggap kecil.
Namun, persaingan di lini tengah klub besar seperti Manchester City memang sangat ketat. Perubahan kebutuhan taktik dan komposisi skuad dapat membuat posisi seorang pemain berubah dalam waktu singkat.
Reijnders Baru Setahun Tinggalkan AC Milan
Situasi transfer ini terasa cukup mengejutkan karena Reijnders belum lama meninggalkan AC Milan.
Sebelum bergabung dengan Manchester City, Reijnders menikmati periode yang sangat menonjol bersama klub Italia tersebut. Ia bahkan mendapatkan pengakuan sebagai salah satu gelandang terbaik Serie A pada musim terakhirnya di Italia.
Reijnders dikenal sebagai gelandang yang mampu bergerak dari kotak penalti ke kotak penalti. Mobilitas, stamina, kemampuan membawa bola, serta kontribusinya dalam mencetak gol menjadi kekuatan utama pemain kelahiran Zwolle tersebut.
Baca juga:
Manchester City kemudian memboyongnya pada Juni 2025 dengan nilai transfer sekitar £46,5 juta.
Karena itu, kemungkinan Reijnders kembali berganti klub hanya satu musim kemudian menjadi salah satu cerita menarik dalam bursa transfer musim panas 2026.
Al Qadsiah Ingin Perkuat Skuad dengan Pemain Top
Ketertarikan Al Qadsiah terhadap Reijnders juga tidak lepas dari ambisi klub tersebut untuk meningkatkan kualitas skuad.
Al Qadsiah berupaya membangun tim yang lebih kompetitif di Saudi Pro League. Kehadiran pemain dengan pengalaman di kompetisi elite Eropa seperti Reijnders dapat menjadi tambahan penting untuk lini tengah.
Bagi Al Qadsiah, Reijnders bukan hanya gelandang dengan kemampuan teknis. Pengalamannya bermain di Serie A, Premier League, serta tim nasional Belanda membuatnya memiliki profil yang sesuai dengan ambisi klub.
Jika transfer terwujud, Reijnders akan menjadi salah satu nama menarik yang meramaikan perpindahan pemain dari Eropa menuju Liga Arab Saudi.
Statistik Tijjani Reijnders Bersama Manchester City
Reijnders datang ke Manchester City dengan reputasi sebagai gelandang produktif. Kemampuannya tidak hanya bertahan dan mengatur tempo permainan, tetapi juga membantu serangan.
Pada musim 2025/2026, ia mencatatkan 50 penampilan, 34 kali menjadi starter, tujuh gol, dan tujuh assist berdasarkan data yang menjadi dasar laporan transfer terbaru.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Reijnders tetap memiliki peran dalam skuad City meskipun persaingan di lini tengah sangat ketat.
Pertanyaannya kini bukan lagi soal kemampuan Reijnders, melainkan apakah Manchester City melihatnya sebagai bagian dari proyek jangka panjang atau justru aset yang bisa dijual dengan harga menguntungkan.
Sejauh perkembangan terbaru, transfer Tijjani Reijnders ke Al Qadsiah belum layak disebut resmi.
Negosiasi memang dilaporkan sudah berada pada tahap lanjut, tetapi keputusan akhir dari pemain tetap menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Ada pula laporan yang menyebut Manchester City dan Al Qadsiah telah mencapai kesepakatan mengenai nilai transfer sekitar €60 juta, tetapi sang pemain masih harus menentukan keputusan.
Karena informasi mengenai angka dan tahap kesepakatan masih berkembang, status transfer perlu terus dipantau.
Baca juga:
Dengan demikian, untuk saat ini posisi Reijnders masih berada di antara Manchester City dan kemungkinan petualangan baru bersama Al Qadsiah.
Dari sisi karier, kepindahan ke Arab Saudi tentu akan menjadi pilihan yang berbeda dibandingkan bertahan di Premier League.
Di Manchester City, Reijnders berada di lingkungan sepak bola dengan persaingan tinggi dan tuntutan besar. Sementara itu, Al Qadsiah menawarkan kesempatan untuk menjadi bagian penting dari proyek klub yang sedang berkembang.
Bagi Reijnders, faktor menit bermain juga bisa menjadi pertimbangan. Jika persaingan di Manchester City semakin ketat, pindah ke klub yang memberikan peran lebih besar bisa menjadi opsi menarik.
Namun, keputusan tersebut tentu tidak sederhana. Reijnders masih berada pada usia produktif dan memiliki kontrak jangka panjang bersama Manchester City. Karena itu, keputusan akhir akan menjadi salah satu hal yang menarik ditunggu dalam sisa bursa transfer musim panas 2026.