Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Diminta Serius Terapkan PSBB, Anies Harus Bayar Pengorbanan Rakyat agar Tak Sia-sia

Zulfikar Sy - Sabtu, 18 April 2020

MerahPutih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Gubernur Anies Baswedan untuk memperketat pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menurut pantauan PSI di lapangan, PSBB tidak berjalan baik. Jalan-jalan di Jakarta masih dipadati kendaraan, perkantoran juga masih banyak yang buka.

Baca Juga:

“Jangan sia-siakan masa PSBB di Jakarta karena biaya sosial dan ekonominya besar. Pengorbanan rakyat dan dunia usaha harus dibayar dengan keseriusan kerja Pak Anies dan jajarannya untuk memperketat PSBB di beberapa hari tersisa. PSBB ini sangat memberatkan rakyat kecil,” kata Juru Bicara PSI Sigit Widodo, dalam keterangannya, Sabtu (18/4).

Sigit menambahkan, pelajaran dari berbagai tempat, masa penerapan konsep semacam PSBB dimanfaatkan untuk sebanyak mungkin melakukan tes.

"Mereka yang terduga terinfeksi langsung diisolasi untuk memotong rantai penyebaran virus corona," jelas Sigit.

Sigit dan tim PSI berkeliling di sekitar Tanah Abang untuk membagikan sembako dan masker. Sigit melihat banyak kuli panggul dan pedagang kaki lima yang tidur di emperan toko karena tidak mampu lagi menyewa rumah.

Toko elektronik dan furnitur di kawasan Jagakarsa Jakarta Selatan, Rabu, masih beroperasi pada hari keenam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta sebagai langkah pencegahan virus COVID-19. (ANTARA/Aditya Ramadhan)
Toko elektronik dan furnitur di kawasan Jagakarsa Jakarta Selatan, Rabu, masih beroperasi pada hari keenam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta sebagai langkah pencegahan virus COVID-19. (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Jika PSBB dilaksanakan dengan ketat, PSI berharap kasus COVID-19 dan penyebarannya turun. Transportasi publik dipulihkan, mal dan pusat belanja kembali buka, demikian pula dengan perkantoran dan sekolah.

“Cuma, ada satu syarat mutlak ketika kegiatan mulai dinormalkan, yaitu penerapan gaya hidup dan standar kesehatan seperti saat PSBB, tidak boleh diturunkan," jelas dia.

Menurut dia, kantor, mal, tempat makan harus tetap menerapkan standar jarak antarpengunjung atau karyawan. Warga tetap menjaga jarak, menggunakan masker dan sarung tangan, juga wajib mencuci tangan dengan sabun tiap dua jam.

"Ini sebagai langkah preventif ketika wabah diyakini belum benar-benar mereda,” kata Sigit.

Baca Juga:

Sementara ketika PSBB berakhir, harapannya buruh kembali bekerja, kuli panggul bisa dapat penghasilan, pegawai mulai masuk kantor lagi, penjaga toko dan mal kembali bisa bertugas, tukang gado-gado, bakso, dan ketoprak kembali bisa berjualan seperti biasa.

“Tujuannya agar tak banyak orang kena PHK. Dengan begitu, kita bisa menyelamatkan hajat hidup orang banyak,” lanjut Sigit.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menerbitkan Pergub Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada pekan lalu. Prinsip dari pergub ini adalah meminta warga ibu kota tetap diam di rumah.

"Pada malam hari ini saya menyampaikan pesan untuk warga Jakarta semua terkait dengan rencana pelaksanaan PSBB yang akan kita mulai nanti malam pukul 00.00 WIB tanggal 10 April 2020," kata Anies. (Knu)

Baca Juga:

Baca Artikel Asli