MERAHPUTIH.COM — SANRIO, perusahaan di balik karakter Hello Kitty, mendapati terjebak dalam perseteruan dua negara. Akibatnya, Sanrio menyampaikan permohonan maaf dan mengakhiri kemitraan barang dagangan (merchandise) dengan sebuah acara TV Jepang. Pemutusan hubungan itu terjadi setelah kontroversi yang memicu kecaman luas di China.
Vivant, sebuah serial thriller mata-mata yang populer, mendapat kritik tajam dari media pemerintah China dan para pengguna media sosial ‘Negeri Tirai Bambu’ atas penggambaran tentang para agen China yang menggunakan taktik penyiksaan kejam terhadap seorang agen Jepang.
Kritik tersebut turut berimbas pada karakter Hello Kitty yang dicintai secara internasional beserta teman-temannya, termasuk My Melody dan Cinnamoroll, yang sempat ditampilkan dalam produk merchandise dengan mengenakan pakaian seperti para karakter di acara tersebut.
Sanrio menyatakan telah menghentikan kolaborasi mereka dengan Vivant setelah menilai acara tersebut mengandung elemen-elemen yang tidak sejalan dengan nilai-nilai utama Sanrio. "Sejak awal berdiri, Sanrio konsisten menggunakan karakter-karakternya untuk menyampaikan nilai-nilai seperti kepedulian dan keterhubungan, serta tetap berkomitmen pada filosofi perusahaan untuk memupuk keharmonisan di antara semua orang," kata Sanrio dalam pernyataan resminya pada Rabu (28/10) malam.
Baca juga:
Pihak Sanrio menyatakan akan menyikapi masukan terkait dengan insiden ini dengan sangat serius. “Di masa depan, kami akan memperketat proses peninjauan untuk seluruh proyek kolaborasi mendatang,” imbuh mereka.
Terjebak dalam Perseteruan 2 Negara
Hubungan China-Jepang telah merosot ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir sejak pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan pada November 2025 memicu gejolak diplomatik. Saat menjawab pertanyaan di parlemen kala itu, Takaichi mengisyaratkan Jepang akan mengaktifkan pasukan pertahanan diri jika China menyerang Taiwan.
Sejak saat itu, Beijing terus menekan Tokyo, mulai dari membatasi ekspor logam tanah jarang, membatasi pariwisata, hingga menarik kembali panda-pandanya. Takaichi menyampaikan kepada parlemen awal bulan ini bahwa ia telah merekam episode-episode Vivant dan berencana untuk menontonnya selama liburan akhir tahun.
Media pemerintah China Global Times melayangkan kritik pedas kepada Sanrio pada Rabu, dengan menyatakan bahwa karakter kucing yang sangat populer tersebut seharusnya tidak menari bersama kelompok sayap kanan Jepang. Sanrio berisiko kehilangan jauh lebih banyak daripada sekadar penjualan jangka pendek dengan berkolaborasi bersama konten anti-China itu.
"Kepercayaan dan ikatan emosional yang telah dibangun sejak lama juga akan menanggung dampaknya,” katanya.
Ketika ditanya mengenai pembatalan kemitraan Sanrio dengan Vivant, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada Kamis, mengatakan insiden tersebut harusnya menjadi peringatan bagi komunitas internasional dan orang-orang yang berpikiran jernih di Jepang.
Vivant mengisahkan tentang seorang pekerja kantoran asal Jepang yang mendapati dirinya terjerat dalam jaringan kejahatan dan spionase internasional. Musim pertama Vivant, yang tayang pada 2023, berlatar di sebuah negara fiktif di Asia Tengah. Sementara itu, musim keduanya, yang tayang perdana pada Juli, menampilkan para agen China yang menyiksa seorang mata-mata Jepang dengan memotong jari-jarinya dan menusuk perutnya.
Media pemerintah China, termasuk CCTV, berpendapat taktik-taktik tersebut sangat mirip dengan taktik yang secara historis digunakan pasukan Jepang terhadap warga China dan menganggap drama tersebut memutarbalikkan kebenaran.
Masamine Ryuho, presiden dari jaringan TV penyiar Vivant, TBS, menyatakan pada Rabu bahwa acara tersebut murni fiktif dan tidak memiliki niat untuk mendiskreditkan negara mana pun.
Hello Kitty bukanlah satu-satunya figur favorit internasional yang menghadapi kecaman keras di China dalam beberapa hari terakhir. Awal minggu ini, beberapa merek China memutuskan hubungan kerja sama dengan pesepak bola asal Prancis, Kylian Mbappe, atas komentar yang ia sampaikan mengenai mendiang pemimpin Tiongkok, Mao Zedong. Belakangan, Mbappe telah menyampaikan permohonan maaf.(dwi)
Baca juga: