Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Detik-detik Penyelamatan Korban Letusan Gunung Merapi

Luhung Sapto - Kamis, 19 Oktober 2017

MerahPutih.com - Suara raungan mobil ambulans tiba-tiba terdengar di lapangan Jongkang Desa Widodomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Tenda-tenda milik petugas SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial DIY nampak berdiri tegak di sekeliling lapangan.

Beberapa ambulans silih berganti datang dan pergi ke lapangan tersebut. Begitu ambulans berhenti, petugas medis segera membuka ambulans dan menurunkan penumpang yang terluka. Penumpang tersebut adalah warga yang tinggal di beberapa desa di lereng Gunung Merapi.

Tubuh mereka penuh luka akibat letusan Gunung Merapi. Beberapa wajah warga tampak gosong dan memerah akibat terkena 'wedus gembel' Merapi. Petugas medis segera membawa mereka ke Posko Kedaruratan Bencana milik BPBD. Petugas pun memberikan pertolongan pertama diantaranya dengan membalut luka menggunakan kain, memberikan obat menghentikan pendarahan, serta memasang infus ke para korban.

Di sisi lain beberapa petugas SAR dan BPBD nampak sibuk saling berbicara di handy talky. Mereka saling berkomunikasi untuk mencari dan menyelamatkan warga lainnya yang masih terperangkap dalam rumahnya. Tak jauh dari posko kedaruratan, dapur umum milik Dinas Sosial sedang didirikan. Petugas dari Dinas Sosial DIY segera membagikan makanan dan obat-obatan pada petugas dan warga.

Suasana mencekam tersebut terasa di dalam simulasi bencana erupsi Merapi. Simulasi ini digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DIY, Rabu (18/10).

Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno menjelaskan simulasi ini digelar dengan melibatkan masyarakat dan para personil serta relawan tim SAR dan BPBD. Tujuannya untuk memberikan informasi soal penanganan mitigasi bencana letusan gunung berapi.

"Ini simulasi erupsi pertama yang kami lakukan. Tujuannya agar warga bisa mandiri dan tahu bagaimana menyelamatkan diri saat Merapi meletus,"ujar Krido di lokasi simulasi, Yogyakarta.

Krido berharap usai ada simulasi ini petugas penanggulangan bencana dan masyarakat dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukan serta bagaimana proses evakuasi korban ketika erupsi Merapi terjadi.

Simulasi dimulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Gladi lapangan ini diikuti oleh sekitar 421 peserta dari 35 instansi penanggulangan bencana dan masyarakat setempat. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lain terkait Yogyakarta dalam artikel: Ini Doa Raja Yogyakarta untuk Anies-Sandi

Baca Artikel Asli