Deretan Film Horor Lokal Siap Teror Bioskop Akhir Januari 2026, Catat Jadwalnya!
Selasa, 20 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Menjelang penutup Januari 2026, bioskop Tanah Air bakal dipenuhi nuansa mencekam. Sejumlah film horor lokal siap tayang dengan kisah yang diangkat dari mitos, dongeng, hingga legenda kelam yang selama ini menghantui imajinasi masyarakat.
Beragam rumah produksi menghadirkan film-film tersebut dengan pendekatan yang berbeda. Kreativitas audio dan visual yang khas membungkus cerita-cerita segar yang jarang, bahkan belum pernah, ditampilkan di layar lebar sebelumnya.
Daripada penasaran, berikut sinopsis sejumlah film horor Indonesia yang akan tayang di bioskop pada akhir Januari 2026. Catat jadwalnya dan jangan sampai terlewat.
Baca juga:
Fakta di Balik Film The Mummy 4, Kembalinya Kutukan Teror Setelah Hilang 2 Dekade
Sengkolo: Petaka Satu Suro
Tayang 22 Januari 2026
Film Sengkolo: Petaka Satu Suro mengisahkan teror dan kematian misterius yang menimpa sebuah keluarga. Peristiwa tersebut perlahan menyebar dan menjadi momok menakutkan bagi warga desa menjelang malam Satu Suro, waktu yang diyakini sarat dengan energi gaib dan petaka.
Kafir, Gerbang Sukma
Tayang 29 Januari 2026
Kafir, Gerbang Sukma mengangkat kisah tentang dosa masa lalu yang kembali menghantui sebuah keluarga setelah sang ibu pulang ke kampung halaman.
Teror yang muncul tidak bisa dilepaskan hanya dengan kepergian. Utang masa lalu yang terikat darah dan jiwa membuat kutukan sulit diluruhkan. Pertanyaannya, apakah teror ini akan berakhir pada satu generasi, atau justru berlanjut ke generasi berikutnya?
Baca juga:
Film 'Sadali' Tampilkan Dilema Cinta Jarak Jauh, Adinia Wirasti Comeback ke Layar Lebar
Kuyank
Tayang 29 Januari 2026
Film Kuyank mengisahkan penantian, cinta, dan teror yang berkelindan dalam latar kehidupan masa silam. Selama tujuh tahun sebelum gerbang Saranjana terbuka, kisah cinta Rusmiati (Putri Intan Kasela) dan Badri (Rio Dewanto) runtuh akibat tekanan adat dan ramalan buruk.
Terdesak keadaan, Rusmiati memilih jalan gelap dengan mempelajari ajian Kuyang. Keputusan itu memicu teror yang menghantui bayi dan perempuan hamil, sementara identitasnya perlahan mulai terkuak. Ketika amuk massa mengancam segalanya, Badri dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan cinta, atau tunduk pada tuntutan masyarakat yang menginginkan darah. (Tka)