MERAHPUTIH.COM - KETUA DPP Partai Demokrat Yan Harahap membantah tudingan Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan hasutan. Yan justru mengaku heran dengan tudingan tersebut. Menurutnya, tidak ada pernyataan AHY yang bernada provokatif atau mengarah pada upaya memecah belah.
“Saya justru heran di bagian mana pernyataan Mas AHY yang dianggap sebagai hasutan? Jangan-jangan ini malah bentuk ketidakmampuannya dalam mencerna narasi yang disampaikan Mas AHY,” kata Yan kepada wartawan, Rabu (24/6).
Yan mengatakan ia berada di lokasi saat AHY memberikan keterangan setelah rapat Badan Anggaran DPR RI pada Senin (22/6). Menurutnya, AHY hanya menjelaskan peran partai politik dalam sistem demokrasi.
Ia menyebut AHY menegaskan partai yang berada di dalam pemerintahan berkewajiban mendukung program pemerintah. Sementara itu, partai di luar pemerintahan tetap bisa memberikan kritik, tapi harus konstruktif dan disertai solusi. “Itu prinsip demokrasi yang sehat,” ujarnya.
Baca juga:
PKB Tepis Tudingan Deddy Sitorus PDIP, Sebut Koalisi Kompak dan Solid
Yan mengatakan AHY juga menekankan pentingnya mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan partai serta menghindari upaya memecah belah bangsa. “Sulit mencari kalimat yang lebih moderat dan lebih menyejukkan daripada itu,” katanya.
Menurut Yan, jika ajakan untuk mengedepankan kepentingan bangsa justru dianggap sebagai hasutan, hal yang perlu dipertanyakan yakni cara memahami pesan tersebut.
Ia bahkan menduga Deddy merasa terusik karena pesan yang disampaikan AHY dianggap benar.
“Apabila ajakan untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas partai saja dianggap hasutan, jangan-jangan yang terusik bukan isi pernyataannya, melainkan karena pesannya terlalu benar untuk dibantah."
Yan Harahap, Ketua DPP Partai Demokrat
Sebelumnya, Deddy Sitorus meminta AHY tidak menghasut di tengah polemik posisi PDIP terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan setelah AHY menyinggung pentingnya kritik yang konstruktif dan tidak memecah belah bangsa dalam kehidupan demokrasi.(Pon)
Baca juga:
Fraksi PDIP Sebut Deddy Sitorus dan Sadarestuwati Minta Maaf, Pelajaran Etika Bagi PDIP