Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Demi Keamanan Asian Games, Polri Tangkap 2.000 Orang

Wisnu Cipto - Senin, 30 Juli 2018

MerahPutih.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menangkap hampir 2.000 orang dan 700 di antaranya terpaksa harus ditahan selama Operasi Cipta Kondisi untuk mengamankan pergelaran Asian Games 2018.

"Kejahatan konvensional, seperti copet, jambret, begal, dan lain sebagainya telah kami tangani dalam Operasi Cipta Kondisi. Sebanyak hampir 2.000 orang kami tangkap, dan 700 orang ditahan," ujar Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian kepada pers di Jakarta, Senin (30/7).

Menurut Tito, penangkapan ini dilakukan setelah Polri memetakan jaringan kriminal di empat venue demi keamanan Asian Games, meliputi Jakarta, Sumatera Selatan, Banten dan Jawa Barat. Kapolri menambahkan ejahatan teroris merupakan kejahatan yang paling rawan dalam pengamanan pesta akbar olahraga raga se-asia.

Ilustrasi
Ilustrasi. Foto: ANTARA

Tito menjelaksan, pasca bom di Surabaya Jawa Timur itu, sebanyak 242 orang teroris berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 orang dinyatakan meninggal dunia akibat timah panas yang bersarang di tubuhnya, lantaran melawan petugas. Bahkan, dalam operasi teroris itu juga, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti saat menangkap teroris tersebut.

Kedua, kejahatan konvensional street crime kata Tito, seperti copet, jambret, dan begal juga menjadi perhatian pada pasukan pengamanan dalam Asian Games ini. Dalam aksi kejahatan ini, ada juga pelaku kejahatan begal secara terukur dan tindak tegas ditembak mati oleh petugas sebanyak 15 orang.

Promosi Asian Games 2018. Foto: ANTARA

Selain Operasi Cipta Kondisi, Polri juga mengerahkan pos pengamanan dan pos gabungan untuk menyambut acara olahraga yang akan digelar 18 Agustus-2 September mendatang itu. "Pos pengamanan juga pusat komando atau command center di Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Sumatera Selatan akan diwakili oleh Polri, TNI, dan semua stakeholder," ujar Tito.

Pos gabungan itu dibuat untuk menangani semua hal yang bersifat gawat darurat, seperti kesehatan, kebakaran, SAR, dan bencana alam. Nanti akan dipasang lebih dari 600 kamera pengawas (CCTV) di venue, wisma atlet, dan daerah umum di Palembang, ujar Tito. "Sedangkan pos di Senayan, Jakarta, akan dibekali oleh lebih kurang 60 CCTV," tandas jenderal polisi bintang empat itu. (Gmz)

Baca Artikel Asli