Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Curhat Dean Huijsen Warisi Nomor Punggung Keramat Sergio Ramos di Real Madrid

Angga Yudha Pratama - 2 jam, 49 menit lalu

Merahputih.com - Bek Real Madrid, Dean Huijsen bermain gemilang dengan menyumbangkan satu gol saat El Real mencukur Schalke 04 tiga gol tanpa balas pada laga pramusim di VELTINS-Arena.

Lebih spesialnya lagi, bek Spanyol ini mencurahkan isi hatinya mengenakan nomor punggung keramat 4 warisan dari sang legenda, Sergio Ramos.

Baca juga:

Schalke 04 vs Real Madrid 0-3: Mbappe Cetak Gol, El Real Sempurna di Pramusim

Mewujudkan Impian Kenakan Nomor Punggung Idola

Keputusan manajemen memberikan nomor punggung 4 membawa makna emosional mendalam bagi perjalanan karier Dean Huijsen.

Angka tersebut memiliki sejarah panjang keberhasilan barisan pertahanan Los Blancos dalam meraih berbagai piala bergengsi.

Keberhasilan mengenakan kostum bernomor keramat tersebut menjadi pemacu semangat utama dalam mengarungi musim kompetisi.

Mengenakan kostum ini merupakan impian sejak kecil. Sosok idola utama adalah Sergio Ramos, sehingga memakai nomor punggung ini menjadi sebuah mimpi nyata,

tegas Dean Huijsen di laman resmi klub.

Instruksi Khusus Jose Mourinho di Barisan Belakang

Keberadaan Jose Mourinho di kursi pelatih memberikan warna baru bagi kedisiplinan skema bertahan El Real. Sang manajer secara khusus meminta barisan bek tampil tanpa kompromi demi menjaga keperawanan gawang dari kebobolan.

Gol kedua Real Madrid tercipta berkat skema bola mati ciamik pada babak pertama. Bek berpostur jangkung tersebut menyambut umpan silang Arda Guler lewat sundulan terarah ke dalam gawang Schalke 04.

“Umpan silang luar biasa dari Arda Guler, bola berhasil disundul, dan beruntung bola itu masuk ke dalam gawang,” ujar Dean Huijsen.

Baca juga:

Jose Mourinho Bongkar Posisi Ideal Jude Bellingham! Real Madrid Siap Obrak-Abrik Pertahanan Lawan Lewat Skema 4-2-3-1

Huijsen turut menyampaikan rasa puas atas perkembangan fisik seluruh anggota tim selama menjalani sesi latihan berat.

“Hasil kerja keras tim membuat bangga, seluruh pemain meninggalkan kesan sangat baik. Latihan keras dan lari marathon memeras tenaga sampai batas maksimal memberikan dampak sangat baik bagi kesiapan fisik,” tutur pemain 21 tahun tersebut.

Baca Artikel Asli