MerahPutih.com - Sri Mulyani Indrawati memastikan akan kembali mengisi jabatan Menteri Keuangan pada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka periode 2024-2029.
Hal itu disampaikan Menteri Sri usai menghadap Presiden Terpilih Prabowo di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Senin (14/10).
"Jadi kita diskusi cukup lama dan panjang ya selama ini dengan beliau oleh karena itu pada saat untuk pembentukan kabinet beliau meminta saya untuk menjadi menteri keuangan kembali," ucapnya.
Menteri Sri mengungkapkan, Prabowo sudah berkonsultasi dengannya mengenai pengelolaan penerimaan negara seperti pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Baca juga:
Sampai 20.30 WIB, Prabowo Telah Panggil 49 Calon Menteri ke Rumahnya
Ia mengaku dirinya bersama Prabowo sudah beberapa kali berdiskusi terkait keuangan negara yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Karena selama beliau transisi dan pada saat kita menyiapkan APBN 2025 kan perlu untuk mendengar apa apa saja yang menjadi prioritas dan arahan dari Presiden terpilih wapres terpilih," tuturnya.
Prabowo, kata Menteri Sri, sangat memberi perhatian bagaimana dampak APBN kepada masyarakat. Itu yang ditekankan Prabowo saat berdiskusi.
Prabowo dan dirinya, tegas Sri, selalu konsultasi, berdiskusi mengenai berbagai langkah untuk memperkuat Kementerian Keuangan dan keuangan negara untuk bisa mendukung program-progam lima tahun ke depan.
"Makanya berbagai arahan mengenai pengelolaan dari sisi penerimaan negara, pajak, beacukai bnpp, belanja negara, belanja negara untuk kementerian atau lembaga maupun untuk transfer ke daerah dan juga berbagai investasi yang dilakukan terus dioptimalkan ditingkatkan kualitasnya diyakinkan untuk efektifitas terutama untuk manfaat kepada masyarakat,"katanya.
Total paling tidak dari catatan merahputih.com, sudah 49 menteri yang datang ke rumah Prabowo,di rumahnya di kawasan Kartanegara IV, Jakarta Selatan, sampai Senin (14/10), jam 20.30 WIB.
Berikut sejumlah nama yang sudah dipanggil Prabowo:
- Prasetio Hadi (Ketua DPP Partai Gerindra)
- Sugiono (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra)
- Widiyanti Putri Wardhana (pengusaha)
- Natalius Pigai (pegiat HAM)
- Yandri Susanto (Wakil Ketua Umum PAN)
- Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra)
- Nusron Wahid (Politikus Golkar)
- Saifullah Yusuf (Sekjen PBNU/Menteri Sosial)
- Maruarar Sirait (Politikus Partai Gerindra)
- Abdul Kadir Karding (Politikus PKB)
- Wihaji (Wakil Ketua Umum Golkar)
- Teuku Riefky Harsya (Sekjen Partai Demokrat)
- Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat/Menteri ATR/BPN),
- Arifatul Choiri Fauzi (Muslimat NU)
- Tito Karnavian (Mendagri/Eks Kapolri)
- Zulkifli Hasan (Ketua Umum PAN/Mendag)
- Satryo Soemantri Brodjonegoro (Akademisi)
- Yassierli (Akademisi)
- Yusril Ihza Mahendra (Pakar Hukum Tata Negara)
- Bahlil Lahadalia (Ketua Umum Partai Golkar/Menteri ESDM)
- Abdul Mu'ti (Sekretaris Umum PP Muhammadiyah)
- Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB)
- Komjen Pol. Agus Andriyanto (Wakapolri)
- Raja Juli Antoni (Wamen ATR/BPN dan Sekjen PSI)
- Agus Gumiwang (Politikus Golkar/Menteri Perindustrian),
- Pratikno (Mensesneg)
- Ribka Haluk (Pj. Gubernur)
- Iftitah Sulaeman (Politikus Partai Demokrat)
- Maman Abdurrahman (Politikus Golkar)
- Prof Rachmat Pambudy (Akademisi)
- Sakti Wahyu Trenggono (Menteri KKP),
- Hanif Faisol Nurofiq (Dirjen di KLHK)
- Dudy Purwagandhi (Pengusaha)
- Budi Santoso (Dirjen di Kemendag)
- Dody Priono (Pengusaha)
- Nasaruddin Umar (Iman Besar Istiqlal)
- Amran Sulaiman (Mentan)
- Sultan B Najamamudin (Senator)
- Erick Thohir (Menteri BUMN)
- Dito Ariotedjo (Menpora)
- Budi Gunadi Sadikin (Menkes)
- Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian)
- Sri Mulyani (Menkeu)
- Veronica Tan (Aktivis Perempuan)
- Meutya Hafid (Politikus Golkar)
- Herindra (Wakil Menteri Pertahanan)
- Supratman Andi Agtas (Menkumham/Politikus Gerindra)
- Donny Ermawan Taufanto (Plt. Sekjen Kemenhan)
- Rosan Perkasa Roeslani (Menteri Investasi) (Asp