MerahPutih.com - Kopi kini bukan lagi sekadar minuman pahit pengusir kantuk. Di tangan para pelaku industri kreatif, secangkir kopi menjelma menjadi ruang pertemuan, tempat bertukar ide, hingga titik awal lahirnya kolaborasi.
Fenomena ini kian terasa seiring meningkatnya konsumsi kopi global. Laporan Organisasi Kopi Internasional (ICO) mencatat permintaan kopi dunia tumbuh 1,4% dari 172,58 juta kantong pada periode 2023/2024 menjadi 175,07 juta kantong pada 2024/2025, dan diproyeksikan menembus 180,2 juta kantong pada 2025/2026.
Di Indonesia, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan konsumsi kopi mencapai 4,8 juta kantong pada periode yang sama.
Lonjakan ini mendorong ekspansi besar-besaran industri kopi. Hingga November 2025, tercatat 461.991 gerai kopi tersebar di seluruh Indonesia. Di tengah persaingan tersebut, Expat. Roasters mengambil langkah strategis dengan membuka gerai keduanya di Jabodetabek, tepatnya di AEON Mall BSD.
Kawasan BSD dipilih bukan tanpa alasan. Pertumbuhan pesat, gaya hidup urban, serta komunitas kreatif yang berkembang menjadikannya lahan subur bagi industri kopi.
“Pertama, BSD berkembang sangat pesat dengan lalu lintas pejalan kaki yang tinggi. Kedua, kami ingin menjadi bagian dari komunitas dan keluarga, karena di BSD Anda bisa melihat banyak anak-anak di mana-mana—sesuatu yang biasanya tidak Anda temui di kota besar. Ketiga, Tangerang memiliki komunitas barista muda yang sangat aktif dan penuh semangat, sehingga kami dapat menjangkau barista yang ingin belajar dan berkembang bersama kami,” ujar Founder and CEO Expat. Roasters, Shae Macnamara.
Baca juga:
Prabowo Heran Kopi Indonesia Terbaik Tapi Masih Impor, Pabrik Pohon Industri Jadi Solusi
Lebih dari sekadar tempat ngopi, gerai ini dirancang sebagai ruang interaksi. Desainnya mengusung konsep modern dan estetik, dipadukan dengan pelayanan hangat untuk menciptakan pengalaman yang lebih personal bagi pelanggan.
Komitmen pada kualitas dan keberagaman tercermin dari pilihan kopi yang ditawarkan. Expat. Roasters BSD menghadirkan lebih dari 12 jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Bali, Jawa Barat, Sumatra, Sulawesi, hingga Flores dan Aceh.Tak berhenti di sajian, edukasi menjadi pilar utama.
“Edukasi merupakan bagian penting dari kegiatan kami. Dengan hadirnya gerai baru ini, kami sangat antusias untuk semakin terhubung dengan komunitas pecinta kopi di Jakarta—berbagi pengetahuan, mengasah keterampilan, serta menciptakan pengalaman menikmati kopi yang lebih bermakna,” ujar Yande Wirawan, Brand Ambassador dan Head of Training and Education Expat. Roasters.
Pengunjung juga bisa mengikuti berbagai kelas, dari dasar hingga lanjutan—mulai dari pengenalan kopi, teknik roasting, hingga metode penyajian.
Baca juga:

Salah satu pengalaman yang ditawarkan saat grand opening Expat. Roasters BSD adalah coffee sensory—aktivitas yang biasanya dilakukan barista untuk mengkurasi kualitas biji kopi.
Dalam sesi ini, peserta diajak melatih indera perasa dan penciuman menggunakan lebih dari 50 elemen, terdiri dari 15 jenis makanan seperti cokelat, buah, kacang, hingga selai, serta 36 jenis aroma.
“Setiap kopi memiliki karakter dan cita rasa yang berbeda, seperti fruity, floral, nutty, hingga spicy. Profil rasa ini juga dipengaruhi oleh origin, tingkat roasting, proses pengolahan, resep, hingga metode seduh. Melalui pengalaman ini, kami ingin menghadirkan proses quality control (QC) kepada pelanggan, agar mereka memahami tahapan di balik pemilihan biji kopi serta menciptakan transparansi dalam setiap sajian,” tambah Yande.
Di tengah menjamurnya kedai kopi, pendekatan berbasis komunitas menjadi pembeda. Expat. Roasters tidak hanya menjual minuman, tetapi juga membangun ruang untuk bertemu, belajar, dan tumbuh bersama.
Gerai ini diharapkan menjadi titik temu baru bagi para pecinta kopi di wilayah Tangerang dan Jakarta—tempat di mana ide, kreativitas, dan kolaborasi lahir dari secangkir kopi. Expat. Roasters BSD buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. (*)