Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dapat Invetasi Rp 141 Triliun di Nikel, Pemerintah Ingin Jadi Basis Produksi Prekursor, Katoda dan Baterai

Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026

Merahputih.com – Pemerintah berjanji mempercepat pengembangan industri hilirisasi mineral agar nilai tambah sumber daya alam Indonesia dapat dinikmati di dalam negeri. Pengembangan industri dari pengolahan mineral hingga produksi komponen baterai.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, lima dari 14 smelter terintegrasi yang menjadi bagian dari pengembangan hilirisasi telah selesai dibangun. Investasi untuk proyek tersebut mencapai 7,8 miliar dolar AS atau Rp 141 triliun.

Tahap berikutnya adalah memperluas pengembangan industri turunan, mulai dari prekursor, katoda, hingga baterai,

jelas Bahlil dalam keterangannya, Sabtu (24/10).

Langkah ini ditujukan untuk memperkuat rantai pasok industri nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas mineral. Potensi nikel Indonesia dalam mendukung perkembangan industri hijau dunia.

Baca juga:

Kejagung Sita Rp 401,6 Miliar dari PT CNI Terkait Kasus Korupsi Nikel

Pemerintah ingin Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga menjadi basis produksi berbagai produk bernilai tambah.

Industri pengolahan nikel dan produk turunannya berkembang di dalam negeri sehingga manfaat ekonomi dari sumber daya mineral dapat dirasakan lebih luas,

tutur Bahlil.

Bahlil menegaskan pengembangan pertambangan harus tetap disertai kepatuhan terhadap kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri, reklamasi, serta standar keselamatan kerja.

Di luar hilirisasi, investasi sektor ESDM pada 2025 tercatat mencapai 31,97 miliar dolar AS. Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk memperkuat investasi dan pengembangan industri energi serta mineral.

Upaya hilirisasi juga berjalan beriringan dengan penataan produksi batu bara. Pemerintah memilih meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral daripada sekadar mengejar peningkatan volume produksi.

Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur industri nasional, menciptakan aktivitas ekonomi bernilai tambah, serta meningkatkan penerimaan negara dari sektor ESDM. Keberhasilan program tidak cukup diukur dari perencanaan dan target di atas kertas.

Pemerintah memastikan seluruh rencana strategis benar-benar diwujudkan melalui pelaksanaan yang konkret,

tutup Bahlil yang juga Ketum Partai Golkar ini.
Baca Artikel Asli