MerahPutih.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi menggabungkan empat perusahaan asset management BUMN menjadi satu entitas di bawah Mandiri Manajemen Investasi.
Baca juga:
Danantara Carai Pengganti Dirut PT Pos Indonesia di Tengah Restrukturisasi
COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan kebijakan ini bagian dari transformasi besar pengelolaan aset negara agar lebih efisien, profesional, dan berdaya saing. Namun, dia menegaskan konsolidasi ini bukan sekadar penyederhanaan struktur.
Streamlining itu bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata bisa dikelola lebih optimal, lebih produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah buat negara,
kata COO Danantara Dony Oskaria, di Jakarta Rabu (8/7).
Perusahaan Asset Management Terbesar di Indonesia
Keputusan merger diambil dalam rapat yang dihadiri CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.
Baca juga:
Prabowo Bahas Peluang Baru Danantara, Pariwisata hingga Konser Musik Masuk Pembicaraan
Kepala BKPM Rosan Roeslani menekankan pentingnya konsolidasi ini untuk memperkuat kepercayaan investor. Dengan merger ini, lanjut dia Mandiri Manajemen Investasi akan menjadi perusahaan asset management terbesar di Indonesia, mengintegrasikan portofolio aset BUMN dan memperkuat tata kelola investasi.
Melalui pembentukan perusahaan asset management terbesar di Indonesia, kami ingin membangun sistem pengelolaan aset negara yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada penciptaan nilai,
BKPM Rosan Roeslani.
4 Perusahaan Aset Manajemen BUMN yang Merger
- PNM Investment Management
- BNI Asset Management
- BRI Manajemen Investasi
- Mandiri Manajemen Investasi (menjadi surviving entity)