Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Curhat Prabowo Kepada Purnawirawan TNI: Politik Ternyata Lebih Sulit dari Perang

Eddy Flo - Rabu, 27 Februari 2019

MerahPutih.Com - Sosoknya sebagai seorang pensiunan jenderal meredup seketika tatkala berbicara perjuangan dan kerja keras selama terjun ke panggung politik. Di hadapan para purnawirawan TNI-Polri, Prabowo curhat betapa beratnya arena politik dibandingkan dengan medan perang.

Pengakuan itu semacam akumulasi dari usaha Prabowo untuk eksis di panggung politik Indonesia. Betapa tidak, Prabowo sudah malang melintang mengenyam pengalaman sebagai Ketua Umum Partai Gerindra dan beberapa kali maju sebagai capres, namun mantan danjen Kopassus itu masih harus terus berjuang untuk meraih apa yang dicita-citakannya selama ini.

Tak heran, kepada para purnawirawan TNI-Polri, Prabowo menilai politik, khususnya politik di Indonesia lebih sulit dibandingkan perang.

"Dulu (saat di TNI) diajarkan perang. Enggak tahu (ternyata) politik lebih sulit dari perang, apalagi politik di Indonesia," kata Prabowo saat menyampaikan pidato kebangsaan dalam acara "Prabowo Menyapa Masyarakat dan Purnawirawan TNI/Polri" di Grand Pacific Hall, Sleman, Rabu (27/2).

Lebih lanjut, bagi Prabowo dalam perpolitikan di Indonesia berbohong adalah hal yang biasa. Hal itu, menurut dia, bertolak belakang dengan pengalaman yang ia dapatkan saat di militer.

Bibit Waluyo purnawirawan TNI dukung Prabowo
Bibit Waluyo tegaskan purnawirawan TNI dukung Prabowo-Sandi (Foto: Antaranews.com)

"Politik di Indonesia itu dari 15 politisi, yang bohong 16 (politisi). Jadi aneh, rupanya bohong itu biasa. Kami di tentara oleh senior-senior kami digembleng lurus, A ya (dikatakan) A, B ya (dikatakan) B," terang Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo kemudian meminta maaf kepada mantan Gubernur Jateng Letjen TNI (Purnawirawan) Bibit Waluyo. Pasalnya pada Pilgub Jateng 2013, Partai Gerindra tidak mengusung Bibit.

Kala itu, Prabowo sebagaimana dilansir Antara mengakui masih belum mengenal politik dan masih dalam tahap belajar berpolitik.

"Jadi waktu itu Pak Bibit mau maju, saya tanya orang-orang saya di Semarang, bagaimana kita dukung Pak Bibit? dia dulu senior saya, dia panglima yang hebat, (dijawab) Pak, Pak Bibit tidak punya uang," kata Prabowo.

"Saya berdosa, harusnya saya katakan biar tidak punya uang, kita dukung, maaf Pak Bibit saya yang salah, saya malu. Rupanya di Indonesia ini banyak 'pat gulipat', 'kong kalikong', tipu menipu," pungkas Prabowo Subianto.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Viral Penjual Ikan Tegur Dirinya, Sandi Tegaskan Tidak Ada Penolakan di Labuan Bajo

Baca Artikel Asli