MerahPutih.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan tingginya tingkat polusi udara.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama penyakit yang menyerang saluran pernapasan.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, Kamis (25/6), ISPA merupakan penyakit akibat infeksi virus atau bakteri yang dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia maupun aktivitas.
“Perubahan cuaca yang terjadi saat ini, ditambah paparan polusi udara yang masih cukup tinggi, dapat meningkatkan risiko masyarakat terkena ISPA. Karena itu, penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan kuat,” Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati.
Faktor yang Meningkatkan Risiko ISPA
Ani menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ISPA.
Beberapa di antaranya adalah udara kering, perubahan suhu yang ekstrem, musim pancaroba, ventilasi ruangan yang buruk, paparan asap rokok, hingga kondisi daya tahan tubuh yang menurun.
Selain itu, lingkungan kerja yang tertutup dengan sirkulasi udara yang kurang baik juga perlu menjadi perhatian karena dapat memperbesar risiko penularan penyakit.
“Ia menyebut lingkungan kerja yang tertutup dengan sirkulasi udara kurang baik juga menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penularan,” demikian penjelasan Ani.
Baca juga:
Kenali Gejala Awal ISPA
Menurut Ani, gejala ISPA umumnya diawali dengan keluhan ringan yang sering dianggap sebagai flu biasa.
Gejala tersebut meliputi batuk, pilek, bersin-bersin, sakit tenggorokan, hingga hidung tersumbat.
Selain itu, penderita juga dapat mengalami sakit kepala, demam, serta rasa lelah yang berlebihan.
“Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, ISPA dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi menimbulkan komplikasi pada kelompok rentan,” Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati.
Dinkes DKI Jakarta meminta masyarakat tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada kondisi lebih serius.
Baca juga:
El Nino Datang ISPA Menyerang, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Sedia Masker Sebelum Sesak
Beberapa tanda yang perlu segera mendapatkan penanganan medis antara lain napas cepat atau sesak, tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas, demam tinggi, serta gejala yang tidak membaik setelah tiga hari melakukan pengobatan mandiri.
“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tersebut agar dapat memperoleh penanganan yang tepat dan mencegah kondisi menjadi lebih serius,” ucap Ani.
Langkah Pencegahan yang Dianjurkan
Untuk menekan risiko penularan ISPA, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menggunakan masker saat diperlukan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari paparan asap rokok, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Ani menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk melindungi diri dari penyakit saluran pernapasan.
“Pencegahan merupakan langkah terbaik. Dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat, risiko terkena ISPA dapat diminimalkan sehingga masyarakat tetap produktif dan sehat dalam beraktivitas,” pungkasnya. (Asp)