Cuaca Ekstrem Masih Terjadi di Tarakan, BMKG Imbau Masyarakat Bahaya Tanah Longsor

Senin, 04 Desember 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menyebutkan bahwa berdasarkan pengamatan pada satelit citra terlihat cuaca ekstrem masih berlangsung pada tiga hari ke depan.

Prakirawan BMKG Kota Tarakan William Sinaga mengatakan, banjir dan tanah longsor yang melanda daerah itu akibat curah hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang sejak Sabtu (2/12) hingga Minggu (3/12) dini hari.

"Intensitas hujan tersebut mencapai 152 milimeter, itu menandakan hujan yang terjadi masuk kategori sangat lebat maka berdampak pada pergeseran tanah utamanya di kawasan perbukitan," kata William di Tarakan, Senin (4/12).

Hujan yang berlangsung selama empat jam tersebut menyebabkan pula sejumlah ruas jalan, pohon tumbang, dan puluhan rumah terendam banjir disertai air laut pasang.

William Sinaga mengungkapkan, cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi masih berlangsung selama tiga hari disebabkan pembentukan awan CB di wilayah Kaltara masih terlihat melalui satelit.

"Cuaca ekstrem masih berlangsung selama tiga hari ke depan sesuai pengamatan melalui satelit BMKG (Kota Tarakan)," kata dia.

Hujan lebat yang berlangsung tersebut disertai guntur dan kilat pada malam hari hingga dini hari karena pengaruh angin dari arah timur.

Sehubungan dengan pengamatan yang dilakukannya, William Sinaga mengimbau masyarakat setempat waspada karena tanah longsor kemungkinan masih berlangsung khususnya penduduk di sekitar perbukitan.

Ia juga mengatakan, cuaca ekstrem ini juga perlu menjadi perhatian bagi perusahaan penerbangan. Sejumlah penerbangan mengalami masalah atau batal mendarat di Bandara Juwata Kota Tarakan. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan