VAKSINASI tidak menjamin orang bebas dari paparan COVID-19. Oleh karena itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menegaskan Warga AS yang berada di wilayah dengan kasus tinggi penularan COVID-19 tetap memakai masker.
Direktur CDC, Rochelle Walensky, MD, mengatakan pedoman masker yang direvisi didasarkan pada data ilmiah baru yang menunjukkan varian Delta Data lebih berbahaya. "Pada kesempatan langka saat infeksi terobosan terjadi, beberapa orang yang divaksinasi mungkin bisa tertular dan menyebarkan virus ke orang lain," jelas Walensky.
Seperti yang diberitakan Health, CDC mengklaim kasus tinggi COVID-19 masih terjadi di wilayah Barat, Barat Tengah, dan Selatan AS. Area transmisi tinggi dan substansial di AS ditandai dengan warna merah dan oranye. Menurut data CDC, lebih dari 63 persen wilayah AS berada di daerah dengan tingkat penularan tinggi COVID-19.
Walensky mencatat beberapa daerah sekarang melaporkan lebih dari 300 kasus per 100 ribu orang selama periode tujuh hari. "Jadi benar-benar jumlah penularan virus yang luar biasa, itulah yang kami khawatirkan," ujarnya.
CDC juga mengimbau agar setiap orang tetap memakai masker saat berada di dalam ruangan meskipun sudah menerima dua dosis vaksin. Terutama untuk anak sekolah. "Ini untuk memastikan anak-anak dapat dengan aman kembali ke pembelajaran penuh secara langsung di musim gugur." CDC merekomendasikan masker untuk anak kecil, usia 2 hingga 11 tahun yang belum bisa menerima vaksin.
Walensky menegaskan dengan tingkat efektivitas vaksin 90 persen hingga 95 persen, orang yang divaksinasi lengkap tetap berisiko tertular dan menularkan COVID di daerah-daerah dengan jumlah penularan tinggi atau substansial.
Imbauan terbaru ini sebenarnya merupakan kebalikan dari panduan pemakaian masker CDC baru-baru ini. Pada Mei, CDC mengatakan individu yang sudah divaksin dua kali bisa bebas beraktivitas tanpa mamakai masker sekalipun berada di moda transportasi umum.
Meskipun begitu, bukan berarti vaksinasi menjadi prosedur yang bisa dihindari. CDC tetap mengimbau agar setiap orang memakai masker, dan segera menerima vaksinasi jika belum. Sebab, vaksinasi tetap menjadi salah satu cara untuk melawan COVID-19.
"Sebagian besar penyakit parah, rawat inap, dan kematian hampir sering terjadi kepada orang yang tidak divaksinasi, itulah sebabnya kami masih sangat ingin memastikan orang terus divaksinasi," kata Dr. Walensky.
Health mengatakan informasi terbaru CDC ini akurat. Namun, karena situasi seputar COVID-19 terus berkembang, ada kemungkinan beberapa data telah berubah sejak dipublikasikan Selasa Pekan ini. (ikh)