COVID-19

CDC Imbau Warga AS Tetap Pakai Masker Walau Sudah Divaksin

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 30 Juli 2021
CDC Imbau Warga AS Tetap Pakai Masker Walau Sudah Divaksin

Warga AS yang berada di zona merah dan oranye disarankan tetap memakai masker. (Foto: Unsplash/Kobby Mendez)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

VAKSINASI tidak menjamin orang bebas dari paparan COVID-19. Oleh karena itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menegaskan Warga AS yang berada di wilayah dengan kasus tinggi penularan COVID-19 tetap memakai masker.

Direktur CDC, Rochelle Walensky, MD, mengatakan pedoman masker yang direvisi didasarkan pada data ilmiah baru yang menunjukkan varian Delta Data lebih berbahaya. "Pada kesempatan langka saat infeksi terobosan terjadi, beberapa orang yang divaksinasi mungkin bisa tertular dan menyebarkan virus ke orang lain," jelas Walensky.

Seperti yang diberitakan Health, CDC mengklaim kasus tinggi COVID-19 masih terjadi di wilayah Barat, Barat Tengah, dan Selatan AS. Area transmisi tinggi dan substansial di AS ditandai dengan warna merah dan oranye. Menurut data CDC, lebih dari 63 persen wilayah AS berada di daerah dengan tingkat penularan tinggi COVID-19.

Warga AS yang berada di wilayah berwarna merah dan oranye tetap diimbau memakai masker oleh CDC. (Foto: CDC)

Walensky mencatat beberapa daerah sekarang melaporkan lebih dari 300 kasus per 100 ribu orang selama periode tujuh hari. "Jadi benar-benar jumlah penularan virus yang luar biasa, itulah yang kami khawatirkan," ujarnya.

CDC juga mengimbau agar setiap orang tetap memakai masker saat berada di dalam ruangan meskipun sudah menerima dua dosis vaksin. Terutama untuk anak sekolah. "Ini untuk memastikan anak-anak dapat dengan aman kembali ke pembelajaran penuh secara langsung di musim gugur." CDC merekomendasikan masker untuk anak kecil, usia 2 hingga 11 tahun yang belum bisa menerima vaksin.

Walensky menegaskan dengan tingkat efektivitas vaksin 90 persen hingga 95 persen, orang yang divaksinasi lengkap tetap berisiko tertular dan menularkan COVID di daerah-daerah dengan jumlah penularan tinggi atau substansial.

Imbauan terbaru ini sebenarnya merupakan kebalikan dari panduan pemakaian masker CDC baru-baru ini. Pada Mei, CDC mengatakan individu yang sudah divaksin dua kali bisa bebas beraktivitas tanpa mamakai masker sekalipun berada di moda transportasi umum.

CDC tetap menyarankan orang menerima vaksin. (Foto: Unsplash/Daniel Schuldi)

Meskipun begitu, bukan berarti vaksinasi menjadi prosedur yang bisa dihindari. CDC tetap mengimbau agar setiap orang memakai masker, dan segera menerima vaksinasi jika belum. Sebab, vaksinasi tetap menjadi salah satu cara untuk melawan COVID-19.

"Sebagian besar penyakit parah, rawat inap, dan kematian hampir sering terjadi kepada orang yang tidak divaksinasi, itulah sebabnya kami masih sangat ingin memastikan orang terus divaksinasi," kata Dr. Walensky.

Health mengatakan informasi terbaru CDC ini akurat. Namun, karena situasi seputar COVID-19 terus berkembang, ada kemungkinan beberapa data telah berubah sejak dipublikasikan Selasa Pekan ini. (ikh)

#Kesehatan #Vaksinasi #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan