Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Pelatihan, Kemenhan: Screening Kesehatan sudah Ketat

Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026

MERAHPUTIH.COM – JUMLAH peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia bertambah menjadi tiga orang. Korban terbaru diketahui bernama NRS, peserta pendidikan yang mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan (Satdik) Pusat Bahasa Kodiklatau Jakarta.

“Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo kepada wartawan di Jakarta, dikutip Kamis (25/6).

"NRS sebelumnya mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pendidikan. Tim kesehatan satuan telah memberikan penanganan awal sebelum ia dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa pada Senin (22/6)."

Rico Ricardo, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen


Meski telah mendapatkan perawatan intensif, NRS dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, penyebab kematiannya berkaitan dengan penyakit tuberkulosis (Tb).

Baca juga:

2 Meninggal, Kemenhan Evaluasi Latihan Dasar Kemiliteran Manajer Koperasi Merah Putih


Kemenhan menegaskan seluruh peserta program telah melalui proses seleksi sesuai ketentuan, termasuk pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan. Rico menyatakan para peserta dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan saat proses seleksi berlangsung.

Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah. Kemenhan juga menyatakan akan terus melakukan evaluasi bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) serta penyelenggara pendidikan guna memperkuat pengawasan kesehatan peserta selama program berlangsung.

“Keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program,” tambah Rico.

Sebelumnya, dua peserta lain dalam program yang sama juga dilaporkan meninggal dunia pada 17 dan 18 Juni 2026. Mereka adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.(knu)


Baca juga:

2 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal Saat Latihan Dasar Militer, Kemenhan Mengakui

Baca Artikel Asli