Cak Imin Tak Jadi Cawapres, Deal Politik Ini Diyakini Buat PKB Tetap Dukung Jokowi
Senin, 16 Juli 2018 -
MerahPutih.Com - Presiden Jokowi menyebut nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai salah satu dari lima kandidat calon wakil prediden yang akan mendampinginya dalam Pilpres 2019.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat meninjau venue di komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (14/7). “Sudah ada lima nama di kantong saya, termasuk Cak Imin,” kata Jokowi.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai Jokowi belum tentu memilih pria yang karib disapa Cak Imin itu untuk menjadi cawapres.
"Tapi kan untuk menjadi cawapres sesungguhnya belum tentu," kata Ujang kepada merahputih.com, Senin (16/7).
Penyebutan nama Cak Imin, kata Ujang untuk menghargai upaya mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu yang gencar mengkampanyekan pasangan JOIN (Jokowi-Cak Imin) dalam Pilpres 2019.
"Ini kan untuk saling menjaga dan saling menghargai, sehingga tidak saling melukai," ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama Cak Imin juga mendeklarasikan PKB mendukung Jokowi sebagai capres. Menurut Ujang, dukungan itu sebagai bentuk komunikasi politik win-win solution antara Jokowi dengan Cak Imin.
"Nah yang kedua, terkait Cak Imin berikan dukungan langsung secara spontan di tempat itu, itu kan bagian komunikasi politik win-win solution," jelas dia.
Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini menyoroti dukungan PKB terhadap Jokowi yang tidak dilakukan dengan mekanisme resmi organisasi.
"Biasanya melalui mukernas atau rapimnas, sehingga secara resmi bulat mendukung, secara kepartaian, secara institusi," tutur dia.
Dia mencontohkan dukungan parpol-parpol lain kepada Jokowi melalui mekanisme resmi organisasi seperti rapat pimpinan nasional yang mengumpulkan seluruh pimpinan partai dari level pusat hingga daerah.
"Sesungguhnya ketika mendukung ya harus ditindak-lanjuti dengan surat rekomendasi dukungan itu. Misalkan Golkar, PPP dan partai lain dulu mendukung Jokowi, ya ada rapimnas," ungkap dia.
Meski demikian, Ujang memprediksi PKB akan tetap mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu pada Pilpres mendatang meskipun nantinya Cak Imin tidak dipilih sebagai cawapres.
Menurut dia, Jokowi dan Cak Imin sudah melalukan kesepakatan politik beberapa hari sebelum keduanya meninjau venue di komplek Jakabaring Sport City Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (14/7).
"Bisa jadi deal politik yang bilang PKB minta jatah enam menteri, termasuk menteri BUMN. mungkin saja akan dikasih oleh Jokowi. Biasanya partai-partai yang keras, yang alot meminta bargaining yang lebih," pungkas Ujang.(Pon)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pileg 2019, Nasdem Target 100 Caleg Duduk di Senayan