Merahputih.com - Penjaga gawang andalan PSIM Jogja, Cahya Supriadi, resmi mendapat panggilan untuk masuk dalam daftar skuad sementara (provisional squad) Timnas Indonesia yang akan berlaga dalam FIFA Series 2026 di bawah asuhan pelatih anyar, John Herdman.
Kabar ini menjadi angin segar bagi publik sepak bola Yogyakarta, sekaligus menandai kembalinya identitas Laskar Mataram di level nasional setelah sekian lama berjuang menembus kasta tertinggi.
Pengakuan Kualitas di Level Nasional
Masuknya nama Cahya Supriadi dalam radar pelatih sekaliber John Herdman membuktikan kualitas individu sang kiper telah diakui secara luas. Manajemen PSIM Jogja memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini, mengingat persaingan di posisi penjaga gawang sangatlah ketat.
Baca juga:
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menjelaskan bahwa meskipun status ini masih dalam tahap skuad awal, nilai prestisnya sangat besar bagi klub.
Pengakuan dari pelatih internasional sekelas Herdman dianggap sebagai suntikan motivasi bagi seluruh elemen tim untuk terus berprestasi.
"Penting untuk dipahami bahwa status Cahya saat ini masuk dalam provisional squad. Ini adalah skuad awal yang didaftarkan PSSI sebelum pemilihan skuad akhir. Kami mengapresiasi proses ini dan sangat bangga identitas PSIM bisa muncul di level nasional setelah sekian lama kita berjuang hingga kembali ke kasta tertinggi," ujar Razzi Taruna melalui rilis resmi klub.
Persaingan Menuju Skuad Utama
Meskipun saat ini terdapat 41 nama yang masuk dalam daftar, manajemen PSIM Jogja optimis Cahya mampu bersaing. Razzi menegaskan bahwa masuknya nama Cahya ke dalam radar tim pelatih baru merupakan bentuk pengakuan yang tidak main-main bagi karier sang pemain.
"Meskipun ini adalah daftar besar yang berisi 41 pemain dan nantinya akan dikerucutkan menjadi dua puluhan nama, bagi kami ini adalah bentuk pengakuan luar biasa dari pelatih baru Timnas, John Herdman, untuk pemain kami Cahya Supriadi," tambah Razzi.
Baca juga:
Manajemen berharap agar Cahya tidak cepat puas dengan pencapaian sementara ini. Konsistensi dan sikap rendah hati menjadi kunci utama agar sang kiper bisa menembus skuad final yang akan berlaga di ajang internasional.
"Harapan saya Cahya bisa lebih konsisten, lebih lapar dalam mengejar target, selalu rendah hati, dan mau belajar. Semoga nanti Cahya betul-betul berkesempatan masuk ke dalam skuad akhir dan bisa bermain untuk tim nasional senior," tutupnya.